daidwijatmiko.com – Dalam dunia bisnis, setiap pedagang pasti menginginkan keuntungan dan takut merugi. Namun ada satu jenis perdagangan yang dijamin tidak akan pernah merugi.
Hal itu dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Fathir ayat 29–30, menjadi pesan spiritual sekaligus motivasi bagi umat Islam agar mengejar keuntungan akhirat yang kekal.
Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, menjelaskan bahwa Allah menjanjikan “perdagangan yang tidak akan pernah rugi” kepada siapa pun yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menegakkan salat, dan berinfak baik secara diam-diam maupun terang-terangan.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi,” ujar Ustaz Dwi mengutip Surah Al-Fathir ayat 29.
Lebih lanjut pada ayat 30 ditegaskan bahwa Allah akan menyempurnakan pahala dan menambah karunia bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa investasi amal tidak hanya aman, tapi juga sangat menguntungkan.
“Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Al-Fathir: 30)
Menurut Ustaz Dwi, ayat ini mengandung pesan penting bagi masyarakat modern yang hidup di tengah arus materialisme. Ketika banyak orang berlomba mencari untung dunia, Allah justru mengajak umat-Nya untuk berinvestasi dalam kebaikan abadi.
“Bayangkan, baca Al-Qur’an saja sudah dihitung sebagai amal tak merugi. Apalagi jika ditambah salat dan infak. Ini paket bisnis langit yang luar biasa!” imbuhnya sambil tersenyum.
Ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya terpaku pada angka dan laba dunia, tetapi juga melibatkan aktivitas spiritual sebagai bentuk transaksi dengan Allah. Menurutnya, ini adalah bisnis dengan Tuhan yang Maha Kaya, Maha Pemurah, dan tak pernah mengecewakan.
Penguatan spiritual ini penting dibawa ke tengah masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi motor penggerak ekonomi. “Jangan cuma tahu saham dan crypto. Yuk, kita buka portofolio amal di hadapan Allah!” tuturnya.
Ustaz Dwi pun mengajak umat untuk merutinkan tilawah, menjaga salat, dan berbagi rezeki kepada sesama. Semua itu menjadi syarat utama dari perdagangan yang disebut Allah “lantabur”—tidak akan rugi sama sekali.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa bisnis dunia hanya sementara, namun bisnis akhirat kekal selama-lamanya.
“Kalau Allah sendiri yang menjamin keuntungannya, apakah masih ragu untuk memulainya?” pungkasnya.