Bagaimana Cara Menghitung Sa’i

Salah satu rukun haji dan umrah yaitu melaksanakan sa’i. Sa’i adalah kegiatan berjalan atau berlari kecil (bolak-balik) yang dilakukan jemaah haji dari bukit safa ke marwah sebanyak 7 kali.
Artinya: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah."

daidwijatmiko.com – Sa’i diawali dari bukit Shafa menuju bukit Marwa, sedangkan lari-lari kecil hanya dilakukan setelah lampu warna hijau, dan bukan dari bukit Shafa menuju bukit Marwa.

Sa’i yang dilakukan dari Shafa menuju Marwa dihitung sebagai  kali pertama, lalu dari Marwa menuju Shafa adalah kali kedua, begitu seterusnya hingga berakhir di bukit Marwa.

Jadi bukan kemudian Shafa-Marwa-Shafa dihitung sekali, melainkan Shafa-Marwa terhitung sekali, Marwa-Shafa berikutnya dihitung dua kali, begitu seterusnya hingga tujuh kali.

Antara Shafa dan Marwa tidak ada bacaan tertentu yang harus dibaca. Akan tetapi sebaiknya membaca dzikir atau istighfar, dan berkata yang baik-baik serta menjaga ketenangan jama’ah lain dengan tidak bersuara keras.

Do’a Ketika Sa’i

Ketika mendaki atau mendekati bukit Shafa, membaca ayat 158 dari Surat Al Baqarah :

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya; Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau melakukan umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Kemudian membaca

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Artinya : Kami memulai dengan apa yang Allah mulai.

Lalu membaca :

Setelah berada di atas bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah sampai terlihat jika mampu dan memungkinkan, lalu membaca:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya : “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian. (HR. Muslim 1218).

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer