Bagaimana Amalan Doa dalam Perjalanan

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hatiku tidak pernah lalai dari zikir kepada Allah, susungguhnya Aku beristighfar seratus kali dalam sehari” [HR. Muslim, HN 4870].
Pelataran Masjid Agung Sultan Qaboos Muskat Oman

daidwijatmiko.com -Muhammad · Ayat 10

۞ اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ دَمَّرَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكٰفِرِيْنَ اَمْثَالُهَا ۝١٠

Maka, apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah membinasakan mereka dan orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa.

Menjelang Keberangkatan
Shalat Safar

Apabila hendak bepergian hendaklah melaksanakan shalat safar 2 raka’at.

Berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud, pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW dan berkata: “Ya Rasulullah, saya hendak pergi ke Bahrain untuk urusan dagang”. Lalu Rasulullah menyuruh orang itu: “Pergilah shalat 2 raka’at” [HR. Thabrani dalam al-Kabir].

Hadits dari Mukmin bin Miqdad menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: “Tidaklah sesuatu yang sangat utama bagi seseorang yang hendak meninggalkan sesuatu pada keluarganya melebihi shalat 2 raka’at yang di tengah mereka kalau ia hendak bepergian” [HR Thabrani].

Demikian pula ketika pulang dari bepergian, hendaklah melaksanakan shalat 2 raka’at di masjid sebelum duduk. Hadits Jabir bin Abdullah mengatakan bahwa pernah aku bersama-sama Rasulullah dalam perjalanan. Lalu setiba kami (kembali) di Madinah, Beliau berkata: “masuklah ke masjid dan kerjakan shalat 2 raka’at [HR. Bukhari dan Muslim].

Saat Keluar Rumah

Pada saat keluar rumah, hendaklah bertawakal kepada Allah SWT dengan mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah”

Lalu, membaca subhaanaladzii sakhkharolanaa haadzaa wa maa kunna lahu muqrinin, wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini, padahal kami tak kuasa menundukkannya dan kepada Tuhan kami semua dikembalikan.

Ini adalah kesadaran bahwa hakikatnya Allah yang menggerakkan dan mengendalikan kendaraan itu.

Allahumma inna nas’aluka fi safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal amali maa tardhoo. Ya Allah kami mohon kepadaMu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang diridhoi.

Amalan doa ini meminta perjalanan yang bermanfaat dan terhindar dari keburukan dan kesia-siaan.

Allahumma hawwin alainaa safarinaa hadza  wa athwi ‘annaa bu’dahu. Ya Allah mudahkan perjalanan ini, dekatkanlah jarak jauhnya.

Itu doa mohon kemudahan dan rasa dekat sejauh apapun jaraknya. Karena kadang yang dekat juga sering terasa jauh dan mengesalkan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer