daidwijatmiko.com – Banyak orang berkata, mereka tidak akan tertipu.
Mereka yakin tidak akan pernah ikut investasi aneh, tidak akan terjebak skema yang tampak terlalu indah untuk dipercaya.
Namun kenyataannya, hampir semua korban penipuan keuangan juga pernah punya keyakinan yang sama sebelum akhirnya terjatuh. Mereka bukan orang yang bodoh, tidak pula selalu karena kurang informasi.
Sering kali masalahnya justru karena rasa percaya yang terbentuk dari hal-hal yang tampak resmi, berizin, meyakinkan, dan dibungkus narasi profesional.
Di sinilah tantangan literasi keuangan.
Literasi bukan sekadar kemampuan menolak investasi, tetapi kesadaran kritis terhadap ilusi rasa aman.
Banyak penipuan modern tidak lagi datang dengan wajah kasar, tetapi hadir seperti layanan keuangan rapi, memiliki testimoni, bahkan kadang menggunakan simbol hukum dan otoritas.
Orang merasa aman bukan karena sudah mengecek dengan benar, tetapi karena melihat banyak orang ikut, ada figur yang dipercaya, atau ada janji keuntungan yang tampak logis.
Karena itu, mungkin sudah saatnya kita berhenti mudah menyalahkan korban.
Menyebut mereka ceroboh tidak menyelesaikan apa pun.
Yang lebih penting adalah bertanya: apa yang harus diperbaiki agar hal seperti ini tidak terus berulang?
Edukasi yang lebih sistematis, pengawasan yang lebih tegas, serta budaya kritis dalam masyarakat perlu diperkuat.
Kita juga butuh ruang aman bagi korban untuk melapor tanpa takut dipermalukan.
Pada akhirnya, tanggung jawab menjaga diri memang ada pada masing-masing individu, tetapi negara, lembaga keuangan, media, komunitas, dan tokoh masyarakat juga memiliki peran besar.
Informasi yang jelas, edukasi yang mudah dipahami, serta penindakan yang cepat akan membuat pelaku semakin sulit bergerak.
Sementara itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan sederhana: selalu mengecek kebenaran, tidak tergesa-gesa, dan berani berkata tidak meskipun ditawari keuntungan besar.
Dengan kepedulian bersama, harapan untuk memutus rantai penipuan bukanlah angan-angan.
Ini adalah tanggung jawab moral kita untuk melindungi sesama. #pedulikorban
Semoga ke depan, masyarakat semakin kuat, bijak, dan selalu waspada tanpa kehilangan rasa saling percaya satu sama lain. InsyaAllah bersama.