daidwijatmiko.com – Tidak semua perjalanan membawa seseorang lebih dekat kepada Allah, Tuhan semesta alam.
Namun, umrah memberi kesempatan kepada setiap Muslim untuk menata kembali hubungan dengan Allah SWT.
Di Tanah Suci, jutaan manusia datang dengan latar belakang berbeda, tetapi membawa kerinduan yang sama: memenuhi panggilan-Nya.
Allah SWT berfirman:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا
Wa adzdzin fin-nāsi bil-ḥajji ya’tūka rijālā.
“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki.” (QS Al-Hajj [22]: 27).
Ayat tersebut secara khusus berbicara tentang haji.
Namun, semangat memenuhi panggilan Allah juga menginspirasi kerinduan umat Islam untuk beribadah di Tanah Suci, termasuk melaksanakan umrah.
Umrah bukan semata-mata perjalanan lintas negara. Ia adalah perjalanan hati. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Innamal-a‘mālu bin-niyyāt.
“Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Niat ikhlas menjadi fondasi ibadah. Ihram mengajarkan kesederhanaan, tawaf mengingatkan manusia agar menjadikan Allah sebagai pusat orientasi kehidupan, sedangkan sa’i mengajarkan ketekunan dalam berikhtiar.
Allah SWT juga berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Wa tazawwadū fa inna khairaz-zādit-taqwā.
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Pesan ini relevan bagi setiap jamaah. Bekal perjalanan boleh habis, tetapi bekal ketakwaan harus terus bertambah.
Jangan sampai kaki telah menapaki Tanah Suci, tetapi hati masih gemar menyakiti.
Jangan sampai lisan melantunkan talbiyah, tetapi setelah pulang masih mudah berbohong dan mengabaikan amanah.
Keberhasilan umrah tidak cukup diukur dari banyaknya foto di depan Ka’bah atau oleh-oleh yang dibawa pulang. Ukurannya juga terletak pada perubahan akhlak, kedisiplinan beribadah, dan kepedulian kepada sesama.
Umrah adalah panggilan untuk datang kepada Allah, sekaligus momentum untuk pulang sebagai manusia yang lebih baik.