Ayo Muhasabah Diri di Akhir Tahun

Muhasabah Diri di Akhir Tahun, Jaga Kualitas Takwa
Muhasabah Diri di Akhir Tahun, Jaga Kualitas Takwa

daidwijatmiko.com – Muhasabah salah satu jalan penting bagi seorang muslim untuk menata kembali arah hidupnya.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, manusia kerap lupa berhenti sejenak untuk mengoreksi diri.

Padahal, introspeksi adalah kunci agar amal dan niat tetap lurus. Inilah pesan utama yang mengemuka dalam Siraman Rohani Islam RRI Surakarta bertema “Muhasabah Puncak Kebaikan”.

Melalui siaran yang mengudara dari RRI Surakarta, Senin pagi, siraman rohani ini mengajak pendengar untuk merenungi makna kebaikan yang hakiki.

Kebaikan tidak hanya diukur dari banyaknya aktivitas, tetapi dari sejauh mana perbuatan itu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberi manfaat bagi sesama.

Muhasabah menjadi sarana untuk menimbang apakah langkah hidup selama ini sudah berada di jalan yang diridai-Nya.

Dalam kajiannya, Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., menekankan bahwa puncak kebaikan adalah ketika seseorang mampu menyelaraskan hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan manusia (hablum minannas).

Ibadah yang tekun harus berbuah pada akhlak yang santun, jujur, serta peduli.

Sebaliknya, kepedulian sosial perlu dilandasi niat ibadah agar bernilai pahala di sisi Allah.

Muhasabah juga mengajarkan kerendahan hati.

Manusia sering merasa cukup dengan amal yang sedikit, lalu lupa memperbaiki kekurangan diri.

Dengan evaluasi yang jujur, seorang muslim akan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas iman, memperbaiki shalat, menjaga lisan, serta membersihkan hati dari iri dan dengki.

Siraman rohani ini sekaligus menjadi pengingat bahwa waktu adalah amanah.

Setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban.

Karena itu, muhasabah bukan sekadar rutinitas akhir tahun atau momen tertentu, melainkan kebutuhan harian agar hidup tetap berada di jalur kebaikan.

Melalui program ini, RRI Surakarta terus berkomitmen menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan.

Harapannya, pesan muhasabah mampu menggugah kesadaran pendengar untuk menjadikan kebaikan sebagai tujuan hidup, bukan hanya slogan, tetapi nyata dalam perilaku sehari-hari.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer