daidwijatmiko.com –
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan sebuah hadis agung yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Shuhaib radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.
Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Jika ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim No. 2999).
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hadis ini mengajarkan bahwa ukuran kesuksesan seorang mukmin bukanlah semata-mata banyaknya harta, tingginya jabatan, luasnya rumah, atau gemerlapnya dunia. Kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu menjadikan seluruh keadaan hidupnya sebagai jalan menuju ridha Allah.
Pertama, ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur.
Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi mengakui nikmat berasal dari Allah, menggunakan nikmat untuk ketaatan, dan tidak menyalahgunakannya.
Allah Swt. berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).
Orang yang bersyukur akan terus mendapatkan tambahan nikmat. Tambahan itu bisa berupa kesehatan, ketenangan hati, keberkahan keluarga, hingga akhirnya Allah memasukkannya ke dalam surga.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kedua, ketika mendapat musibah, ia bersabar.
Tidak ada seorang pun yang terbebas dari ujian. Ada yang diuji dengan sakit, kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, atau kehilangan orang yang dicintai.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
Kesabaran mendatangkan pahala yang tidak terhingga, menghapus dosa, mengangkat derajat, serta menjadi sebab keselamatan di akhirat.
Jamaah yang berbahagia,
Kehidupan memang silih berganti antara lapang dan sempit. Allah telah menetapkannya sebagai sunnatullah.
Allah berfirman:
وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Kami menguji mereka dengan berbagai kenikmatan dan berbagai bencana agar mereka kembali kepada kebenaran.” (QS. Al-A’raf: 168).
Karena itu jangan iri kepada orang kaya dan jangan meremehkan orang miskin. Jangan merasa paling bahagia ketika sedang lapang dan jangan berputus asa ketika sedang susah. Semua adalah ujian dari Allah.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Ada dua kunci besar dalam hadis ini.
Pertama, syukur lahir dari keridaan.
Orang yang tidak ridha terhadap takdir Allah tidak akan pernah merasa cukup. Sebanyak apa pun hartanya akan tetap merasa kurang.
Kedua, sabar lahir dari keyakinan kepada takdir Allah.
Semakin kuat keyakinan seseorang bahwa semua telah diatur Allah dengan penuh hikmah, semakin ringan ia menghadapi cobaan hidup.
Marilah kita menjadi hamba yang sukses menurut ukuran Allah, yaitu selalu bersyukur saat diberi nikmat dan selalu bersabar ketika diuji.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita semakin memperkuat ketakwaan kepada Allah. Dunia ini hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal.
Jadikanlah syukur sebagai pakaian ketika memperoleh nikmat, dan jadikanlah sabar sebagai perisai ketika menghadapi musibah. Dengan dua sifat inilah seorang mukmin akan selalu menjadi pemenang di sisi Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang pandai bersyukur, sabar menghadapi ujian, istiqamah dalam ibadah, serta memperoleh husnul khatimah.
Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.