Menjemput Cahaya Iman dalam Kehidupan AI

Cahaya iman adalah anugerah hidayah dari Allah yang menyinari dan melembutkan hati manusia untuk mengenali kebenaran. Cahaya ini membantu seseorang memahami hakikat hidup dan memudahkan langkahnya dalam melakukan ketaatan serta menjauhi larangan.
Bahagia dengan Al-Qur’an: Secercah Cahaya Iman yang Sangat Berarti

daidwijatmiko.com – Iman bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan lentera yang menerangi seluruh relung jiwa manusia.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan zaman, menjaga nyala iman menjadi sebuah urgensi.

Iman yang kokoh akan menjadi perisai dari kemaksiatan sekaligus penuntun menuju rida Allah SWT.

Tanpa iman, kehidupan manusia akan kehilangan arah, layaknya berjalan di kegelapan malam tanpa seberkas cahaya pun.

Untuk menyegarkan dan memperkuat nilai spiritual tersebut, programa RRI PRO 1 Surakarta (101 FM) kembali menghadirkan acara Siraman Rohani Islam.

Mengangkat tema yang sangat menyentuh hati, “Cahaya Iman”, kajian ini akan dipandu oleh Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., C.ALA., seorang pendidik berdedikasi dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Acara ini akan disiarkan secara langsung pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 05.15 WIB. Anda juga dapat berinteraksi atau mendengarkannya via RRI Digital dan kontak interaktif yang tersedia.

Pentingnya iman sebagai cahaya hidup secara tegas disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Asy-Syura ayat 52: ” Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidak mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, Kami memberi petunjuk dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (QS. Asy-Syura: 52).

Selain itu, iman yang hidup di dalam dada senantiasa mendatangkan kelezatan dan ketenangan batin. Rasulullah SAW bersabda mengenai indahnya merasakan manisnya iman: “Ada tiga perkara yang barangsiapa terdapat mencakup ketiganya, ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mari awali pagi Anda dengan memenuhi nutrisi ruhani. Simak kupasan mendalam mengenai hakikat “Cahaya Iman” bersama Ustadz Dwi Jatmiko esok pagi, dan jadikan momentum ini sebagai langkah awal meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer