Informasi Khutbah Jumat Terbaru Hari Ini

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
Khutbah Jumat: Perlindungan Akal dan Kehidupan dalam Islam

daidwijatmiko.com –

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الرَّحْمَةُ الْمُهْدَاةُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِى الْفَضْلِ وَالتُّقَى.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Jamaah yang Dimuliakan Allah, Dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan badai ujian, fitnah, dan tantangan zaman, kaum muslimin membutuhkan benteng kekuatan yang kokoh. Benteng itu tidak lain adalah doa. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim:

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi.”

Hari ini, mari kita tadaburi kisah salah satu nabi Ulul ‘Azmi, yakni Nabi Nuh As. Beliau berdakwah selama 950 tahun dengan kesabaran luar biasa, menghadapi penolakan, ejekan, bahkan pembangkangan dari kaumnya sendiri—termasuk dari istri dan anaknya. Ketika segala ikhtiar manusiawi telah mencapai batasnya, Nabi Nuh As mengetuk pintu langit melalui untaian doa-doa yang sangat mustajab, yang diabadikan Allah di dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran abadi bagi kita.

Doa Pertama: Doa Memohon Tempat dan Pilihan Terbaik

Ketika bahtera Nabi Nuh As mulai berlayar di atas banjir dahsyat dan hendak berlabuh, Allah mengajarkan sebuah doa yang luar biasa dalam Surat Al-Mu’minun ayat 29:

رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Artinya: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.”

  • Tafsir Singkat: Menurut para ahli tafsir, doa ini dibaca agar proses pendaratan kapal Nabi Nuh membawa keselamatan dan keberkahan bagi keberlangsungan hidup manusia baru. Bagi umat Islam saat ini, doa ini bernilai universal; sangat baik diamalkan ketika kita memasuki rumah baru, memulai tempat kerja baru, menempati wilayah baru, atau saat memohon agar setiap fase hidup kita ditempatkan pada kondisi yang penuh berkah.

Saat Nabi Nuh As merasa sedih karena anaknya (Kan’an) tenggelam dan sempat mempertanyakan janji Allah, Allah menegurnya dengan lembut. Nabi Nuh segera sadar dan memohon ampunan melalui doa dalam Surat Hud ayat 47:

رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku dan menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang rugi.”

  • Tafsir Singkat: Doa ini mencerminkan puncak ketundukan seorang hamba. Nabi Nuh mengajarkan kita untuk tidak melampaui batas dalam meminta sesuatu yang kita tidak tahu dampak buruknya bagi agama kita, serta pentingnya selalu memohon ampunan (maghfirah) dan rahmat Allah agar tidak menjadi orang yang merugi.

Di akhir masa dakwahnya, Nabi Nuh As memanjatkan doa kebaikan yang sangat luas cakupannya dalam Surat Nuh ayat 28:

رَّبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman, serta semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.”

  • Tafsir Singkat: Ayat ini menunjukkan kemuliaan hati Nabi Nuh As. Beliau tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, melainkan menyertakan orang tuanya, tamu-tamu yang beriman yang datang ke rumahnya, hingga seluruh umat Islam sedunia, baik laki-laki maupun perempuan hingga akhir zaman.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah, Mengapa kita, umat Islam sedunia di era modern ini, sangat darurat untuk mengimplementasikan doa-doa Nabi Nuh As ini?

  • Pertama, Doa Nabi Nuh adalah doa yang mubarak (diberkahi) karena teksnya langsung divalidasi dan diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

  • Kedua, Umat Islam saat ini menghadapi “banjir” jenis baru—bukan banjir air, melainkan banjir informasi, fitnah akhir zaman, krisis moral, dan ketidakpastian ekonomi. Mengamalkan doa memohon tempat yang berkahi (munzalan mubarakan) adalah ikhtiar spiritual agar keluarga dan lingkungan kita diselamatkan dari arus fitnah tersebut.

Tantangan & Solusi: Tantangan terbesar kita saat ini adalah fenomena “Doa lisan tanpa kehadiran hati” dan “Berdoa tanpa dibarengi ikhtiar”. Banyak dari kita membaca doa hanya sebagai rutinitas tanpa memahami maknanya.

Solusinya adalah dengan membangun kesadaran (tadabur). Sebelum berdoa, pahami artinya, hadirkan jiwa kita yang lemah di hadapan Allah yang Maha Kuasa, dan iringi doa tersebut dengan kerja keras. Nabi Nuh As tidak hanya berdoa duduk diam; beliau bekerja keras membangun bahtera raksasa di bawah terik matahari dan ejekan kaumnya sebelum bantuan Allah tiba.

Maka dari itu, marilah kita basahi lidah kita dengan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an ini. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan pada tempat tinggal kita, mengampuni dosa kedua orang tua kita, dan menyatukan hati segenap umat Islam di seluruh penjuru dunia.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ.

Jamaah yang Dirahmati Allah, Di hari yang mulia dan di waktu yang mustajab ini, mari kita tundukkan kepala, menengadahkan tangan, dan menghadirkan hati kita untuk memohon kepada Allah SWT, dengan menyertakan doa-doa agung yang telah diajarkan-Nya.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ.

رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ!

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer