daidwijatmiko.com –
MUQADDIMAH
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
الحمد للهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Amma ba’du.
Jamaah rahimakumullah…
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan bukan hanya terlihat dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari sejauh mana kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Hari ini saya mengajak diri saya pribadi dan seluruh jamaah merenungkan satu pertanyaan sederhana.
Di rumah kita ada Al-Qur’an. Tetapi, apakah Al-Qur’an benar-benar hidup di dalam hati kita?
Jangan-jangan…
Al-Qur’an hanya dibaca ketika ada yang meninggal…
Hanya dibuka ketika Ramadhan…
Hanya dipajang di lemari yang paling tinggi…
Padahal Allah menurunkannya bukan untuk disimpan…
Tetapi untuk dijadikan petunjuk kehidupan.
AYAT PEMBUKA
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 2.
﴿ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴾
Artinya:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)
Tafsir Singkat
Menurut tafsir para ulama, termasuk Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Muyassar, ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang sempurna, tidak mengandung keraguan sedikit pun. Ia menjadi petunjuk yang akan benar-benar memberi manfaat bagi orang yang membuka hati untuk menerima hidayah Allah.
Allah juga berfirman:
﴿ إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ ﴾
Artinya
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra’: 9)
HADITS NABI
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada orang yang membacanya.”
(HR. Muslim)
ISI CERAMAH
1. Mengapa Allah Menurunkan Al-Qur’an?
Hadirin…
Kalau kita membeli kendaraan…
Pasti ada buku petunjuk.
Beli mesin cuci…
Ada buku manual.
Beli HP…
Ada buku panduan.
Lalu manusia…
Yang paling rumit penciptaannya…
Masa tidak punya buku petunjuk?
Maka Allah menurunkan Al-Qur’an.
Karena manusia tidak akan pernah menemukan kebahagiaan jika hidup tanpa petunjuk Penciptanya.
2. Sejarah Singkat Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril.
Dimulai pada malam Lailatul Qadar di Gua Hira dengan lima ayat pertama Surah Al-‘Alaq.
Iqra’…
Bacalah…
Bukan hanya membaca tulisan…
Tetapi membaca kehidupan.
Al-Qur’an turun selama kurang lebih 23 tahun:
- 13 tahun di Makkah
- 10 tahun di Madinah
Mengapa tidak sekaligus?
Karena Allah sedang mendidik manusia sedikit demi sedikit.
3. Tujuan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah berfirman:
﴿ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ﴾
“Kitab yang Kami turunkan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.”
(QS. Ibrahim: 1)
Dari gelap menuju terang.
Gelap syirik menuju tauhid.
Gelap maksiat menuju taat.
Gelap putus asa menuju harapan.
Gelap kebencian menuju kasih sayang.
4. Hikmah Besar Al-Qur’an
a. Menenangkan hati
﴿ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴾
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
b. Menjadi obat
﴿ وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ ﴾
“Kami turunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat.”
(QS. Al-Isra’: 82)
Obat hati.
Obat iri.
Obat dengki.
Obat putus asa.
c. Menjadi pembeda
Al-Qur’an mengajarkan mana halal…
Mana haram…
Mana benar…
Mana salah…
Di zaman sekarang…
Yang viral belum tentu benar.
Yang banyak like belum tentu baik.
Yang trending belum tentu diridai Allah.
Maka ukurannya bukan media sosial…
Tetapi Al-Qur’an.
5. Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Kalau rumah tangga mengikuti Al-Qur’an…
Suami menghormati istri.
Istri menghargai suami.
Anak menghormati orang tua.
Kalau sekolah mengikuti Al-Qur’an…
Lahir generasi jujur.
Kalau pejabat mengikuti Al-Qur’an…
Korupsi berkurang.
Kalau pedagang mengikuti Al-Qur’an…
Tidak ada penipuan.
Masalah bangsa ini…
Bukan kurang pintar.
Tetapi kurang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman.
Gaya Renungan
Saudaraku…
Rumah kita megah.
Mobil kita mahal.
Jabatan kita tinggi.
Tetapi…
Kalau Al-Qur’an sudah berdebu…
Itu tanda hati kita juga mulai berdebu.
Kalau sehari semalam…
Tidak sempat membaca satu halaman…
Padahal sanggup berjam-jam membuka media sosial…
Maka jangan salahkan dunia…
Kalau hidup terasa kosong.
Implementasi Nyata
Mulailah dari empat langkah.
Pertama
Membaca setiap hari.
Walau satu halaman.
Kedua
Memahami maknanya.
Jangan hanya fasih membaca.
Tetapi faham isi.
Ketiga
Mengamalkan.
Shalat tepat waktu.
Jujur.
Amanah.
Santun.
Menjaga lisan.
Keempat
Mengajarkan kepada keluarga.
Karena rumah terbaik…
Adalah rumah yang terdengar lantunan Al-Qur’an.
Tantangan Zaman
Hari ini tantangannya besar.
Media sosial.
Hoaks.
Pornografi.
Narkoba.
Pergaulan bebas.
Materialisme.
Semua berlomba merebut hati manusia.
Kalau hati kosong…
Setan yang mengisi.
Kalau hati penuh Al-Qur’an…
Allah yang membimbing.
Solusi
Gerakan:
Satu Hari Satu Halaman.
Satu Pekan Satu Kajian Tafsir.
Satu Rumah Satu Halaqah.
Satu Anak Satu Hafalan.
Insya Allah…
Keluarga akan berubah.
Masyarakat berubah.
Bangsa berubah.
PENUTUP
Allah berfirman:
﴿ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ﴾
“Berpegangteguhlah kalian semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali ‘Imran: 103)
Hadirin…
Mari kita pulang dari majelis ini membawa tekad.
Bukan sekadar memiliki Al-Qur’an.
Tetapi hidup bersama Al-Qur’an.
Bukan hanya membaca Al-Qur’an.
Tetapi menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk Ahlul Qur’an, yaitu orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an, mengamalkannya, dan memperoleh kemuliaan di dunia serta akhirat.
DOA PENUTUP
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا.
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّينَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.