daidwijatmiko.com – Tauhid sebab Masuk Surga. Syirik sebab Masuk Neraka
عن جابر رضي الله عنه قَالَ: جاء أعرابي إِلَى النَّبيّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَا رَسُول الله، مَا الموجِبَتَانِ؟ قَالَ: ((مَنْ مَاتَ لا يُشْرِكُ بالله شَيئًا دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّار)). رواه مسلم.
Dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata:
Seorang Arab Badui datang kepada
Nabi shalallahu alaihi wa salam lalu bertanya,
“Wahai Rasulullah, apakah dua perkara yang mewajibkan itu?”
Beliau bersabda:
“Barang siapa meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Dan barang siapa meninggal dalam keadaan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, maka ia akan masuk neraka.”
(HR. Sahih Muslim)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :
1- Pentingnya tauhid (mengesakan Allah). Ini adalah kunci utama keselamatan. Siapa yang meninggal dalam keadaan bertauhid, pada akhirnya akan masuk surga.
2- Bahaya syirik. Syirik (menyekutukan Allah) adalah dosa terbesar. Jika seseorang meninggal dalam keadaan syirik tanpa taubat, maka ancamannya adalah neraka.
3- Harapan bagi orang beriman
Orang yang bertauhid, meskipun punya dosa, tetap ada harapan masuk surga baik langsung atau setelah dibersihkan dari dosa.
4- Penentuan akhir kehidupan
(husnul khatimah). Yang menjadi ukuran adalah keadaan saat meninggal. Karena itu penting menjaga iman sampai akhir hayat.
5- Kesederhanaan ajaran Islam yang mendasar. Nabi shalallahu alaihi wa salam menjelaskan dengan sangat ringkas, namun mencakup prinsip besar: tauhid vs syirik.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an :
1- Tauhid sebagai sebab masuk surga. Ini menunjukkan kebalikannya: yang tidak syirik (bertauhid) akan masuk surga
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ
“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah, maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya adalah neraka.”
(QS. Al-Ma’idah: 72)
2- Allah mengampuni dosa selain syirik. Ini sesuai dengan penjelasan hadits:
orang bertauhid masih punya peluang diampuni walau berdosa.
3- Perintah mentauhidkan Allah
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. An-Nisa: 48)
4- Perintah mentauhidkan Allah.
Ini inti dari semua ajaran para nabi.
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”
(QS. An-Nisa: 36)
5- Jaminan bagi orang bertauhid
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan petunjuk.”
(QS. Al-An’am: 82)