Humas Garda Terdepan Reputasi Sekolah

Peran utama dari humas dilembaga pendidikan adalah menumbuhkan hubungan baik dengan publiknya baik intern maupun ekstern.
Humas (Hubungan Masyarakat) adalah unsur penyambung komunikasi antara sekolah dengan berbagai pihak

daidwijatmiko.com – Di tengah persaingan mutu pendidikan yang semakin ketat, peran hubungan masyarakat (humas) di sekolah sering kali luput dari sorotan.

Padahal, sebagaimana ditegaskan Cutlip, Center, & Broom (2013), humas adalah wajah terdepan lembaga, penjaga nama baik, dan penghubung utama antara organisasi dengan publik.

Tanpa pengelolaan komunikasi yang baik, reputasi sekolah akan mudah tergerus oleh isu atau persepsi negatif.

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memberi contoh nyata bagaimana humas bekerja optimal. Di tangan Dwi Jatmiko, humas sekolah tidak sekadar mengabarkan kegiatan internal, tetapi mengemasnya menjadi cerita yang membangun citra positif.

Ia memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai etalase prestasi, ruang inspirasi, dan sarana dakwah kultural.

Setiap prestasi siswa dipublikasikan sebagai motivasi. Setiap kegiatan sosial dikisahkan sebagai wujud kepedulian sekolah. Program keagamaan ditampilkan sebagai bukti pembinaan akhlak yang konsisten.

Hal ini sejalan dengan pandangan Grunig & Hunt (1984) yang menyatakan bahwa humas yang efektif menerapkan two-way symmetrical communication—mendengar dan menyampaikan pesan secara seimbang demi membangun kepercayaan publik.

Peran humas seperti ini sangat relevan di era digital. Arus informasi yang deras menuntut kecepatan, ketepatan, dan kejelasan komunikasi. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh hanya karena satu isu yang tidak terkelola dengan baik.

Karena itu, humas harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks, merespons kritik, dan menjaga citra sekolah tetap positif di mata publik.

Kita patut mengapresiasi dedikasi humas-humas sekolah yang bekerja senyap namun berdampak besar.

Waeraas & Solbakk (2009) bahkan menekankan bahwa school branding yang kuat hanya dapat dibangun melalui narasi yang konsisten dan berakar pada nilai-nilai lembaga.

Pendidikan yang unggul membutuhkan bukan hanya guru berkualitas, tetapi juga humas yang andal menjaga nama baik sekolah.

Sekolah-sekolah lain di Solo dan sekitarnya dapat belajar dari praktik baik ini.

Reputasi adalah aset yang tidak ternilai, dan humas adalah ujung tombak yang menjaganya tetap kokoh.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer