daidwijatmiko.com – Umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah, mulai dari tawaf, sa’i, hingga perjalanan dari Makkah ke Madinah, menjaga pola makan sehat menjadi bagian penting agar tubuh tetap bugar dan ibadah berjalan optimal.
Perubahan cuaca, perbedaan waktu makan, serta aktivitas berjalan kaki yang cukup menguras tenaga dapat memengaruhi kondisi tubuh.
Karena itu, jemaah perlu memperhatikan asupan makanan bergizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat.
Sarapan sebelum beraktivitas juga penting untuk menyediakan energi sepanjang hari.
Selain memilih makanan bergizi, kecukupan cairan tidak boleh diabaikan.
Cuaca panas di Arab Saudi meningkatkan risiko dehidrasi, terutama ketika jemaah beraktivitas di luar ruangan.
Minumlah air secara berkala, jangan hanya menunggu haus. Bagi jemaah dengan penyakit tertentu, kebutuhan cairan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.
Jemaah juga perlu membatasi makanan terlalu berminyak, berlemak, pedas, atau berlebihan porsinya jika memicu gangguan pencernaan.
Pilih makanan yang matang, bersih, dan disajikan secara higienis.
Hindari makanan yang diragukan kebersihannya agar risiko diare dan keracunan makanan dapat diminimalkan.
Mengatur waktu makan dan tidak melewatkan waktu istirahat turut membantu menjaga stamina.
Islam mengajarkan umatnya untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).
Ayat ini mengingatkan bahwa makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga menyangkut kualitas dan kebaikannya bagi kehidupan.
Pada akhirnya, pola makan sehat merupakan ikhtiar sederhana untuk menjaga amanah tubuh selama beribadah. Jemaah yang sehat lebih siap menjalankan rangkaian umrah dengan nyaman dan khusyuk.
Jangan sampai semangat beribadah mengabaikan kebutuhan dasar tubuh. Sebab, menjaga kesehatan juga menjadi bagian dari ikhtiar agar perjalanan menuju Baitullah berlangsung aman, lancar, dan penuh keberkahan.