daidwijatmiko.com – Bulan Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
Ia adalah bulan penuh keistimewaan dan keberkahan. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai “Syahrullah al-Muharram” (bulannya Allah). Dalam bulan ini tersimpan sejarah kemenangan spiritual, keselamatan, dan pertolongan Allah kepada para nabi-Nya.
Allah menanamkan pelajaran besar dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan Muharram. Mari kita simak keberkahan yang terjadi lewat kisah para nabi pilihan Allah yang mengalami titik balik kemenangan mereka di bulan yang mulia ini.
1. Nabi Nuh AS: Selamat dari Banjir Besar
Salah satu momen paling penting dalam sejarah umat manusia adalah ketika Nabi Nuh ‘alaihissalam dan para pengikutnya diselamatkan dari banjir besar.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, hari Asyura (10 Muharram) adalah hari di mana bahtera Nabi Nuh berlabuh di Bukit Judi.
وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan bahtera itu berlabuh di atas Bukit Judi, dan dikatakan: Binasalah orang-orang yang zalim itu.”
(QS. Hud: 44)
Hari itu menjadi simbol berkah penyelamatan dan kemenangan kebenaran atas kebatilan.
2. Nabi Musa AS: Menang atas Fir’aun
Kisah paling terkenal terkait bulan Muharram adalah kemenangan Nabi Musa AS atas Fir’aun, yang diceritakan dalam Al-Qur’an dan menjadi sebab Rasulullah SAW menganjurkan puasa Asyura.
فَأَنجَيْنَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ
“Kami telah menyelamatkan kamu dari (siksa) pengikut Fir’aun.”
(QS. Al-Baqarah: 49)
Fir’aun dan tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah, sementara Nabi Musa dan kaumnya selamat dengan mukjizat tongkat yang membelah lautan.
Rasulullah SAW bersabda:
“نَحْنُ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ”
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (kaum Yahudi).”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka Nabi Muhammad SAW pun berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk mengikutinya.
3. Nabi Yunus AS: Keluar dari Perut Ikan
Pada bulan Muharram pula, Nabi Yunus AS keluar dari kegelapan perut ikan setelah bertobat dan berserah diri kepada Allah. Doanya yang terkenal menjadi zikir mustajab hingga kini:
لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Anbiya: 87)
Keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan menjadi lambang kelahiran kembali, ampunan, dan harapan baru – sesuai dengan semangat awal tahun Hijriyah.
4. Nabi Ibrahim AS: Diselamatkan dari Api
Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api yang membakar oleh Raja Namrud pada bulan ini. Saat dilempar ke dalam kobaran api, ia tetap bertawakal. Allah pun memerintahkan:
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
“Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiya: 69)
Kisah ini mengajarkan bahwa siapa pun yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah akan mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari arah yang tidak disangka-sangka.
5. Nabi Adam AS: Diterima Taubatnya
Riwayat menyebutkan bahwa Nabi Adam AS diterima taubatnya oleh Allah pada hari Asyura. Taubat yang dilakukan dengan sepenuh hati akhirnya mengundang rahmat Allah SWT.
فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah: 37)
Ini adalah pelajaran tentang keberkahan taubat, bahwa awal tahun adalah momen tepat untuk memperbarui niat dan kembali kepada Allah dengan hati bersih.
Penutup: Muharram, Bulan Kemenangan
Bulan Muharram adalah momen perubahan, dari gelap menuju terang, dari kalah menuju menang, dari jatuh menuju bangkit. Sejarah para nabi menjadi cermin bagi kita, bahwa setiap ujian akan berakhir dengan kemenangan bagi mereka yang sabar dan bertawakal.
Rasulullah SAW bersabda:
“أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم”
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)
Mari jadikan Muharram sebagai langkah awal memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan membangun harapan baru. Sebab, dalam bulan ini terkandung berkah dan kemenangan bagi orang-orang yang beriman.