Mensyukuri Kemerdekaan, RRI Surakarta Hadirkan Siraman Rohani Islam

Siapa yang senang membantu orang lain di dunia maka Allah akan membantunya di akhirat, (Mutafaqun ‘Alaih)
Siraman Rohani: Membangun Pribadi Mulia

daidwijatmiko.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan kebangsaan.

Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta turut mengajak masyarakat mengisi momentum kemerdekaan dengan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT melalui program Siraman Rohani Islam bertema “Mensyukuri Kemerdekaan”, Senin (17/8/2026).

Program yang disiarkan RRI Surakarta tersebut berlangsung pukul 05.15 WIB bersama Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., C.ALA., dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.

Melalui kajian bernuansa Islami, pendengar diajak memahami bahwa kemerdekaan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri, dijaga, dan diisi dengan amal kebaikan.

Rasa syukur dalam Islam tidak berhenti pada ucapan “alhamdulillah”.

Syukur harus diwujudkan melalui ketaatan, kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab.

Kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi setiap warga untuk berkontribusi membangun bangsa dengan kejujuran, kerja keras, pendidikan, dan akhlak mulia.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Ayat ini mengingatkan bahwa nikmat yang diterima manusia semestinya melahirkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, mensyukuri kemerdekaan berarti tidak menyia-nyiakan hasil perjuangan para pahlawan.

Generasi masa kini perlu menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, melawan hoaks, menjauhi ujaran kebencian, serta menghadirkan keteladanan di tengah masyarakat.

Siraman Rohani Islam RRI Surakarta menjadi ruang refleksi bahwa kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari kebodohan, kemalasan, korupsi, permusuhan, dan perilaku yang merusak masa depan bangsa.

Dengan semangat kemerdekaan dan nilai-nilai Islam, masyarakat diajak menjadikan rasa syukur sebagai energi untuk terus berbuat baik.

Kemerdekaan pun tidak hanya dirayakan, tetapi diisi dengan karya, ibadah, persatuan, dan kepedulian kepada sesama.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pesan keagamaan juga diharapkan menjadi penyejuk.

Masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan konten positif yang mencerahkan generasi muda serta memperkuat karakter bangsa Indonesia bersama.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer