Belajar Tertibnya Sistem Ziarah Raudhah

Kota Madinatul Munawwarah menjadi momen penuh ketenangan dan keberkahan bagi para tamu Allah yang sedang berada di Masjid Madinatul Munawarah
Masjid Sebagai Baitullah Membawa Berkah

Madinah – Ziarah ke Raudhah bukan sekadar kesempatan untuk masuk ke salah satu tempat yang paling dirindukan umat Islam.

Di balik kekhusyukan itu terdapat sistem yang harus dipahami dan ditaati.

Tertib menjadi bagian penting agar setiap jamaah memperoleh kesempatan beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Raudhah merupakan area di dalam Masjid Nabawi, antara rumah Nabi Muhammad ﷺ dan mimbar beliau.

Keutamaannya bersandar pada hadis sahih: “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari No. 1195).

Saat ini, akses ke Raudhah diatur secara terjadwal. Jamaah perlu memiliki izin melalui aplikasi Nusuk.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menegaskan pentingnya mengikuti jadwal yang telah ditentukan agar arus jamaah tetap lancar.

Karena itu, jamaah sebaiknya tidak datang dengan tergesa-gesa.

Periksa jadwal pada aplikasi, hadir sesuai waktu, mengikuti jalur yang ditentukan petugas, dan membawa dokumen atau bukti izin yang diperlukan. Sistem tersebut bukan untuk membatasi kekhusyukan, melainkan mengatur jutaan pergerakan jamaah agar berlangsung aman dan tertib.

Lebih penting lagi, tertib harus berjalan bersama adab. Ketika berada di kawasan Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan menjaga ketenangan, tidak berdesakan, tidak meninggikan suara, dan mengikuti arahan petugas.

Panduan resmi juga mengingatkan agar tidak mengganggu jamaah lain atau melakukan tindakan dengan tujuan mencari keberkahan melalui sentuhan terhadap benda-benda tertentu.

Ziarah Raudhah akhirnya mengajarkan satu hal sederhana: kerinduan kepada Rasulullah ﷺ harus berjalan bersama kedisiplinan. Jangan sampai keinginan mendapatkan tempat terbaik justru membuat kita mengabaikan hak jamaah lain.

Di Tanah Suci, ibadah bukan hanya tentang banyaknya amalan. Ia juga tentang adab, kesabaran, kepatuhan terhadap aturan, dan kepedulian kepada sesama. Tertib dalam antrean, tenang dalam perjalanan, khusyuk dalam ibadah. Itulah cara menjaga kemuliaan ziarah Raudhah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer