Bertemu Guru, Tunjukkan Adabmu: Akhlak Mulia Pelajar Muslim

man kharaja fii thalabul 'ilmi fahuwa fii sabiilillahi hatta yarji'a” yang artinya “Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”
Thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslim”, yang artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim

Kota Thaif — Menjadi siswa berprestasi bukan hanya tentang nilai rapor, piala, atau banyaknya penghargaan.

Ada hal yang lebih mendasar: adab kepada guru. Sebab, kecerdasan tanpa kesantunan ibarat pohon rindang tanpa buah.

Dalam Islam, guru memiliki peran penting dalam membimbing murid memahami ilmu, membentuk karakter, dan membedakan yang baik dari yang buruk.

Karena itu, setiap siswa perlu membiasakan diri menghormati guru, termasuk saat bertemu di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Al-Qur’an menegaskan kemuliaan orang berilmu dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ

Yarfa‘illāhullażīna āmanū minkum wallażīna ūtul-‘ilma darajāt.

Artinya: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah: 11).

Ayat ini mengingatkan pentingnya ilmu dan kemuliaan orang yang memilikinya. Menghormati guru menjadi salah satu wujud kesungguhan siswa dalam menuntut ilmu. Namun, penghormatan harus diwujudkan melalui perilaku nyata, bukan sekadar ucapan.

Ada lima adab yang perlu dibiasakan siswa ketika bertemu guru.

  1. Pertama, mengucapkan salam dengan ramah dan santun.
  2. Kedua, menyapa dengan sopan, menggunakan bahasa yang baik, serta tidak berteriak atau berbicara kasar.
  3. Ketiga, menunjukkan sikap hormat, misalnya tersenyum, mendengarkan ketika guru berbicara, dan tidak memotong pembicaraan.
  4. Keempat, mematuhi nasihat yang baik serta melaksanakan tugas dan aturan sekolah dengan tanggung jawab.
  5. Kelima, mendoakan guru agar senantiasa sehat, sabar, dan diberkahi Allah dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Menghormati guru bukan berarti siswa tidak boleh bertanya atau berbeda pendapat. Siswa tetap boleh menyampaikan pertanyaan dan kritik, asalkan dengan bahasa santun dan cara yang tepat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya siswa yang pintar menjawab soal, melainkan juga siswa yang tahu cara menghargai sesama.

Ketika bertemu guru, jangan hanya menundukkan kepala; tundukkan pula kesombongan hati. Sebab, ilmu yang bermanfaat tumbuh subur bersama adab yang baik.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer