Khutbah Jumat Salat Lima Waktu

Khutbah Jumat Salat Lima Waktu
Khutbah Jumat Salat Lima Waktu

daidwijatmiko.com – KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik, bukan hanya untuk hidup di dunia, tetapi juga di akhirat.

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Pada bulan-bulan mulia ini, kita kembali diingatkan dengan peristiwa agung Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ, sebuah perjalanan luar biasa yang bukan sekadar kisah, tetapi membawa oleh-oleh terpenting bagi umat Islam, yaitu perintah salat lima waktu.

Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”
(QS. Al-Isra’: 1)

Perintah salat ini istimewa, karena tidak disampaikan melalui malaikat di bumi, tetapi langsung Allah sampaikan kepada Nabi ﷺ di Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani. Salat adalah penghubung antara hamba dan Rabb-nya. Salat adalah tempat mengadu, tempat menenangkan hati, dan sumber kekuatan hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ
“Salat adalah tiang agama.”
(HR. Thabrani)

Jika salatnya kokoh, insyaAllah hidupnya kokoh. Jika salatnya ditinggalkan, maka robohlah bangunan keimanannya.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita jaga salat lima waktu kita, bukan hanya dikerjakan, tetapi tepat waktu, khusyuk, dan berjamaah bila mampu. Jangan sampai Isra’ Mi‘raj hanya kita peringati, tetapi pesan utamanya kita abaikan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Jika salat belum mampu mencegah maksiat, maka yang perlu kita perbaiki bukan perintahnya, tetapi kualitas salat kita.

Semoga dengan memperbaiki salat, Allah perbaiki hidup kita, keluarga kita, dan bangsa kita.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِيْنَ عَلَى الصَّلَاةِ.

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ…

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer