daidwijatmiko.com – Salah satu bentuk kepedulian sosial yang ditekankan dalam Islam adalah memberi makan orang yang lapar. Namun sayangnya, dalam kerasnya dunia dan tingginya individualisme, ajaran mulia ini sering diabaikan.
Padahal, Al-Qur’an telah memberikan peringatan keras, bahkan menyebut siksa neraka bagi mereka yang lalai dalam hal ini.
Dalam Surah Al-Muddatsir, Allah SWT berfirman mengenai penghuni neraka Saqar:
مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”
Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.’”
(QS. Al-Muddatsir: 42–44)
Ayat ini menjadi cermin bagi umat Islam untuk melihat kembali sejauh mana kepedulian terhadap sesama telah dijalankan. Tidak hanya shalat yang menjadi sebab seseorang dijauhkan dari neraka, tetapi juga kepedulian sosial, seperti memberi makan fakir miskin.
Saqar: Siksa yang Berat dan Menghancurkan
Neraka Saqar disebutkan sebagai tempat yang sangat mengerikan. Dalam ayat berikutnya dijelaskan:
لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌۭ لِّلْبَشَرِ
“Yang tidak meninggalkan dan tidak membiarkan (apa pun),
yang menghanguskan kulit manusia.”
(QS. Al-Muddatsir: 28–29)
Begitu dahsyatnya siksaan di Saqar, sehingga Allah mengingatkan kita bahwa siksa tersebut bukan hanya untuk orang kafir, tetapi juga bagi orang yang lalai terhadap kewajiban sosial.
Memberi Makan: Tanda Keimanan
Dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW, memberi makan disebut sebagai amal yang sangat dicintai Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ”
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR. Tirmidzi)
Islam bukan hanya agama ibadah ritual, tetapi juga agama kasih sayang dan kepedulian sosial. Memberi makan orang miskin adalah bukti nyata keimanan seseorang. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa amal seperti ini tak bisa dipandang remeh. Ia bisa menjadi penyelamat di hari akhir.
Refleksi dan Seruan Kepedulian
Di tengah meningkatnya angka kemiskinan dan kelaparan, umat Islam seharusnya tampil di garda terdepan dalam memberi solusi. Gerakan berbagi makanan, sedekah pangan, dapur umum, hingga program infak kemanusiaan harus terus digalakkan sebagai bentuk nyata kepedulian.
Jangan sampai kita menjadi golongan yang dihisab karena membiarkan saudara kita kelaparan, sementara kita hidup dalam kelimpahan.
“Kami tidak (pula) memberi makan orang miskin…”
Kalimat ini bukan sekadar pengakuan, tetapi jeritan penyesalan abadi dari penghuni neraka Saqar.
Semoga kita semua dijauhkan dari kelalaian dan kekikiran, serta dikaruniai hati yang dermawan dan peduli. Karena sekecil apapun bantuan yang kita berikan, bisa menjadi sebab Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya.