daidwijatmiko.com – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan. Bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bahkan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebut sebagai hari-hari terbaik dalam setahun.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari).
Keutamaan Dzulhijjah juga ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui firman Allah SWT:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2). Para ulama menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Hal ini menunjukkan kemuliaan dan keberkahan yang Allah berikan pada waktu tersebut.
Di bulan ini pula terdapat ibadah agung, yaitu haji dan kurban.
Bagi yang mampu, menunaikan ibadah haji menjadi penyempurna rukun Islam.
Sementara ibadah kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
Karena itu, Dzulhijjah jangan hanya dipandang sebagai bulan kurban semata, tetapi sebagai kesempatan emas memperbanyak zikir, sedekah, tilawah Al-Qur’an, dan amal kebajikan.
Semoga Dzulhijjah menjadi jalan bagi kita untuk meraih ridha Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman serta ketakwaan.