Ustaz Jatmiko Ajak Jamaah IPHI Konsisten dalam Kebaikan

Tetap Semangat di Tahun Baru 1447 H, Tetap Istikamah dengan Kebaikan dan Kemabruran Haji
Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhaanahu Wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim).

daidwijatmiko.com – Hidup sejatinya hanyalah menunggu waktu salat. Ungkapan reflektif tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, saat mengisi pengajian rutin Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Mojosongo di Masjid Baiturrahmah, Taman Jaya Wijaya Solo, Minggu (6/7/2025) pukul 12.30 WIB.

Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta itu hadir sebagai pembicara dengan mengangkat tema “Tetap Semangat di Tahun Baru 1447 H, Tetap Istikamah dengan Kebaikan dan Kemabruran Haji.”

“Terima kasih kepada Bapak Haji Joko Santoso yang telah memberi ruang silaturahmi melalui IPHI Mojosongo. Hidup sejatinya hanyalah menunggu salat dan itu sejatinya adalah momentum peneguhan hidayah. Kita minta 17 kali sehari semalam: Ihdinaash-shiraathal mustaqiim,” tutur Jatmiko dalam ceramahnya.

Kunci Pembinaan Pasca Haji

Ustaz Jatmiko—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan jamaah haji dengan prinsip ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling tolong-menolong), dan takaful (saling menanggung).

Ia mengajak jamaah untuk menjaga spirit kemabruran dengan meningkatkan kualitas ibadah, khususnya salat berjamaah di masjid.

“Mari kita jaga diri kita dengan Al-Fatihah yang kita baca setiap salat. Ayat Ihdinaash-shiraathal mustaqiim adalah doa agar kita dibimbing memilah yang benar dan salah, yang baik dan buruk,” jelasnya.

Jatmiko menegaskan, momentum Muharram 1447 H hendaknya menjadi titik awal meneguhkan petunjuk dari Al-Qur’an. “Sebagaimana dalam Q.S. Al-Jatsiyah ayat 20: Haadzaa bashaa-irulinnaasi wahudan wa rahmatul liqawmin yuqinuun — Al-Qur’an adalah pedoman, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang meyakini,” paparnya.

Ia juga mengutip hadits riwayat Imam Bukhari: Khoirukum man ta’allamal qur’aana wa ‘allamahu—Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Wakaf untuk TK An Ni’mah

Sementara itu, Ketua IPHI Mojosongo, H. Joko Santoso, menyambut baik kegiatan pembinaan ini. Ia menyitir hadits Nabi Muhammad SAW, bahwa saat anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan.

“Yayasan Umat Islam Sibela (YUIS) Mojosongo Surakarta siap memfasilitasi anggota IPHI sebanyak 200 orang untuk mengekalkan hartanya melalui pengembangan TK An Ni’mah di Jalan Sibela Utara, Mojosongo,” ungkapnya sambil tersenyum dalam sambutan.

Pengajian rutin ini menjadi refleksi awal tahun baru hijriah agar jamaah haji tetap istiqamah dalam ibadah dan aktif menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer