Soal Ayat Cinta Tirulah Gaya Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim merupakan sosok Bapak Tauhid yang mampu melahirkan generasi Ismail dan Ishaq. Siti Hajar, seorang perempuan tangguh, seorang istri yang mampu menempa mental Ismail di padang tandus, penakluk medan yang tidak terbayangkan oleh akal biasa. Cerita ini tak akan lapuk dimakan zaman.
Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Dari pernikahan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar telah melahirkan Ismail. Keduanya lambang cinta totalitas. Lalu Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan Ismail menuju lembah kering. ”Setelah Nabi Ibrahim menempatkan anak dan istrinya itu, kemudian balik badan kembali ke daerah asalnya. Nabi Ibrahim bergegas pulang dengan menitikkan air mata. Tidak menoleh ke belakang walaupun Hajar berkali-kali memanggil namanya. Nabi Ibrahim mengabaikan panggilan istrinya. Melanjutkan langkahnya yang berat. Ibrahim berdoa seperti diabadikan dalam surat Ibrahim ayat 37.
رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.