daidwijatmiko.com – Dalam suasana hangat persaudaraan dan semangat dakwah, Alumni 1967 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo akan menggelar pengajian ba’da Subuh, besok Selasa (26/8/2025) di The Margangsa Hotel, Solo.
Penceramah utama, Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS, Da’i Champions MUI Pusat, akan mengajak para alumni meneguhkan kembali semangat ukhuwah dan menghidupkan ajaran Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
“Reuni ini harus menjadi oase yang menghidupkan semangat ibadah dan saling menasihati dalam kebaikan.” ujar Dwi Jatmiko
Angkatan 1967 adalah generasi dari sekian generasi yang merasakan pendidikan Muhammadiyah di masa-masa penuh tantangan. Setelah puluhan tahun berpisah, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk kembali berjumpa, saling mendoakan, dan menguatkan tali silaturahim. Reuni ini bukan hanya ajang nostalgia, tetapi pengikat kembali simpul-simpul ukhuwah yang pernah terjalin.
“إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ“
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Acara akan diawali shalat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama untuk guru dan alumni yang telah wafat. Tausiyah akan membahas pentingnya menjaga persaudaraan dan menghidupkan sunnah Nabi ﷺ.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Menurut Dwi Jatmiko, pengajian ba’da Subuh memiliki keutamaan luar biasa. “Pagi hari adalah waktu penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ berdoa agar umatnya diberkahi di waktu pagi. Inilah saat terbaik memulai hari dengan ilmu dan doa,” ujarnya.
Berharap reuni ini menginspirasi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya. “Reuni yang bernilai adalah reuni yang membawa pulang bekal iman, bukan sekadar foto bersama,” tutup Dwi Jatmiko.