Khutbah Jumat Hendaklah Takut Meninggalkan Generasi yang Lemah

Khutbah Jumat Foto AI ModifiedChatGPT

daidwijatmiko.com – Jangan Hanya Mewariskan Harta, Wariskan Iman, Ilmu, Akhlak, dan Masa Depan

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Mari kita bertakwa kepada Allah.

Takwa bukan hanya tentang bagaimana kita hidup.

Takwa juga tentang apa yang kita tinggalkan setelah kita tidak ada.

Coba kita renungkan sebentar.

Kalau hari ini Allah memanggil kita…

Apa yang akan kita tinggalkan untuk anak-anak kita?

Rumah?

Tanah?

Tabungan?

Kendaraan?

Atau justru…

anak-anak yang kehilangan arah?

Allah memberikan peringatan yang sangat dalam dalam Al-Qur’an:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

“Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar.”

QS. An-Nisa’: 9.

Jamaah yang dimuliakan Allah.

Ayat ini seharusnya membuat kita takut.

Bukan takut kepada masa depan.

Tetapi takut kalau kita meninggalkan generasi yang lemah.

Lemah imannya.

Lemah ilmunya.

Lemah akhlaknya.

Lemah kemandiriannya.

Dan lemah menghadapi kehidupan.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Kadang kita salah memahami keberhasilan mendidik anak.

Kita merasa sudah berhasil…

karena anak kita sekolah di tempat yang bagus.

Kita bangga…

karena anak kita mendapat nilai tinggi.

Kita senang…

karena anak kita punya banyak prestasi.

Itu semua baik.

Tetapi ada pertanyaan yang lebih penting.

Apakah anak kita mengenal Allah?

Apakah dia masih mau salat ketika tidak diawasi?

Apakah dia jujur ketika tidak ada yang melihat?

Apakah dia mampu menghormati orang tua?

Apakah dia mampu membedakan mana yang halal dan haram?

Apakah dia punya ilmu untuk menghadapi zaman?

Itulah yang harus kita pikirkan.

Karena generasi kuat bukan hanya generasi yang pintar.

Generasi kuat adalah generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Ada satu hal lagi yang sering kita lupakan.

Waktu.

Anak-anak kita tidak akan menjadi anak-anak selamanya.

Hari ini mereka masih kecil.

Besok mereka remaja.

Lalu dewasa.

Kemudian mereka akan mempunyai keluarga sendiri.

Pertanyaannya…

Berapa banyak waktu yang sudah kita berikan kepada mereka?

MUI dalam materi khutbah tentang menghargai waktu mengingatkan bahwa waktu adalah amanah dan tidak dapat dikembalikan. Setiap umur akan dipertanggungjawabkan, dan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kesehatan dan waktu luang merupakan dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya.

Allah juga berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

QS. Al-Hasyr: 18.

Ayat ini berbicara tentang masa depan.

Dan masa depan anak-anak kita…

sebagian ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Mari kita bayangkan satu keluarga.

Ayah pulang kerja.

Ibu sibuk dengan urusan rumah.

Anak memegang handphone.

Ayah juga memegang handphone.

Ibu juga memegang handphone.

Mereka tinggal satu rumah.

Tetapi…

tidak benar-benar bertemu.

Anak tumbuh bersama internet.

Bukan bersama nasihat ayah.

Bukan bersama cerita ibu.

Bukan bersama Al-Qur’an.

Lalu suatu hari orang tua berkata:

“Mengapa anak saya berubah?”

Jamaah…

Mungkin bukan anaknya yang tiba-tiba berubah.

Mungkin kita yang terlalu lama tidak hadir dalam hidupnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Karena itu mulai hari ini, mari kita lakukan tiga hal sederhana.

Pertama, berikan waktu.

Tidak harus berjam-jam.

Sepuluh menit saja.

Matikan handphone.

Duduk bersama anak.

Tanyakan:

“Nak, hari ini bagaimana?”

Dengarkan.

Jangan langsung menghakimi.

Kedua, berikan teladan.

Kalau kita ingin anak rajin salat…

biarkan anak melihat kita salat.

Kalau kita ingin anak membaca Al-Qur’an…

biarkan anak melihat kita membaca Al-Qur’an.

Kalau kita ingin anak jujur…

jangan ajarkan kebohongan.

Karena anak lebih cepat meniru perilaku daripada mendengarkan nasihat.

Ketiga, siapkan bekal masa depan mereka.

Berikan pendidikan.

Berikan ilmu agama.

Berikan keterampilan.

Berikan akhlak.

Dan yang paling penting…

berikan doa.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Jangan sampai ketika kita sudah tua…

kita hanya bangga karena meninggalkan rumah yang megah.

Tetapi kita menangis karena anak-anak kita kehilangan arah.

Jangan hanya bertanya:

“Berapa harta yang akan saya tinggalkan?”

Mulailah bertanya:

“Manusia seperti apa yang akan saya tinggalkan?”

Karena rumah bisa diwariskan.

Uang bisa diwariskan.

Tanah bisa diwariskan.

Tetapi iman dan akhlak harus ditanamkan.

Dan waktunya adalah…

sekarang.

Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang kuat.

Kuat imannya.

Kuat ilmunya.

Kuat akhlaknya.

Kuat mentalnya.

Kuat kemandiriannya.

Dan kuat pengabdiannya kepada Allah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Mari kita pulang hari ini dengan satu pesan.

Takutlah meninggalkan generasi yang lemah.

Bukan berarti kita harus meninggalkan anak-anak dengan harta yang banyak.

Tetapi jangan sampai kita meninggalkan mereka tanpa iman.

Jangan meninggalkan mereka tanpa ilmu.

Jangan meninggalkan mereka tanpa akhlak.

Jangan meninggalkan mereka tanpa kasih sayang.

Dan jangan meninggalkan mereka tanpa bekal menghadapi kehidupan.

Mari kita mulai dari rumah.

Lima menit membaca Al-Qur’an bersama.

Sepuluh menit berbicara dengan anak.

Satu nasihat yang lembut.

Satu teladan yang baik.

Dan…

satu doa yang terus kita panjatkan.

Sebab kita tidak tahu…

barangkali amal kecil itulah yang kelak menjadi sebab anak-anak kita menjadi generasi yang kuat.

اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَاجْعَلْهُمْ أَبْنَاءً صَالِحِيْنَ، عُلَمَاءَ عَامِلِيْنَ، وَدُعَاةً إِلَى الْخَيْرِ.

Ya Allah, perbaikilah keturunan kami.

Berkahilah anak-anak kami.

Jadikan mereka anak-anak yang saleh.

Berilmu.

Berakhlak.

Dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.

اللّٰهُمَّ احْفَظْ أَبْنَاءَنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

Ya Allah, lindungilah anak-anak kami dari berbagai fitnah.

اللّٰهُمَّ ارْزُقْهُمْ إِيْمَانًا قَوِيًّا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا حَلَالًا، وَأَخْلَاقًا كَرِيْمَةً.

Ya Allah, berikan mereka iman yang kuat, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan akhlak yang mulia.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer