daidwijatmiko.com – Muhammadiyah bukan sekadar organisasi. Ia adalah gerakan dakwah yang telah menjadi cahaya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912, Muhammadiyah tumbuh dari semangat tajdid pembaruan yang berakar pada Al Quran dan Sunnah.
Gerakan ini tidak lahir dari ruang kosong. Ia lahir dari keprihatinan atas kondisi umat Islam yang saat itu terpuruk dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan takhayul.
Dari masjid kecil di Kauman, semangat itu menyebar menjadi gelombang perubahan yang menyentuh jutaan jiwa.
Kini, Muhammadiyah hadir dalam wujud sekolah, rumah sakit, panti asuhan, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga social di seluruh penjuru negeri. Tapi esensinya tetap sama : membebaskan umat dari kebodohan, menyejahterakan yang lemah, dan menegakkan Islam berkemajuan.
Maka, jagalah Muhammadiyah.
Jagalah dengan keikhlasan amal. Bkan mencari jabatan, tapi mencari ridha Allah Swt. Jagalah dengan adab dan akhlak. Bukan dengan intrik, caci maki, atau fitnah. Jagalah dengan ilmu dan kerja nyata. Bukan sekadar kritik tanpa kontribusi.
Karena Muhammadiyah adalah milik kita bersama. Ia bukan warisan untuk diperebutkan, tapi amanah untuk dilestarikan. Bukan panggung ambisi pribadi, tapi ladang amal saleh kolektif.
Jika hari ini kita bisa menikmati pendidikan yang bermutu, layanan kesehatan yang terjangkau, atau dakwah yang mencerahkan semua itu adalah buah dari jerih payah orang-orang yang tulus mencintai Muhammadiyah, bahkan sebelum kita lahir.
Maka jangan biarkan Muhammadiyah rusak karena keserakahan kita.
Jangan biarkan ia redup karena keengganan kita merawatnya. Jangan biarkan ia menjadi besar di atas nama, tapi rapuh di dalam ruh.
Mari kita rawat Muhammadiyah seperti kita merawat iman. Dengan sabar, tekun, dan cinta. Karena menjaga Muhammadiyah bukan soal menjaga organisasi tetapi menjaga cahaya Islam agar terus menyinari zaman.
Jagalah Muhammadiyah. Karena dari sinilah cahaya itu menyala.