Harta dan Anak adalah Ujian Bagi Manusia

Dakwah adalah tugas kami
Menebar Syariah Meraih Barokah

daidwijatmiko.com – Tidak ada yang lebih dicintai manusia selain harta dan anak.

Keduanya adalah perhiasan dunia yang indah, yang sering kali membuat hati kita terpaut begitu kuat.

Namun, justru di situlah letak ujian terbesar.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15).

Ayat ini menegaskan bahwa cinta terhadap harta dan anak bisa menjadi jalan menuju ridha Allah, tetapi juga bisa menjerumuskan pada kelalaian.

Pertanyaannya, bagaimana kita menempatkan harta dan anak di jalan yang benar?

Hari ini kita hidup di era materialisme. Banyak orang bekerja siang dan malam hanya demi menambah harta. Bahkan tidak jarang, halal dan haram diabaikan.

Padahal, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi).

Di sisi lain, anak-anak adalah amanah yang tidak kalah berat.

Mereka adalah penyejuk hati sekaligus ladang pahala. Namun jika salah mendidik, bisa menjadi fitnah yang menjerumuskan. Allah telah memperingatkan:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9).

Kita sering terjebak dalam kebanggaan semu: membanggakan rumah megah, mobil mewah, atau anak yang sukses secara duniawi, tetapi lupa mengarahkan mereka kepada ibadah dan akhlak mulia.

Padahal, kelak yang akan menyelamatkan kita bukan harta, bukan pula keturunan, melainkan amal saleh.

Karena itu, kita perlu menata hati.

Harta jangan hanya ditimbun, tetapi dibersihkan dengan zakat, infak, dan sedekah.

Anak jangan hanya diberi fasilitas dunia, tetapi juga harus dibekali iman, akhlak, dan cinta kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, ujian harta dan anak hanyalah jalan untuk membuktikan siapa yang benar-benar beriman.

Keduanya titipan, dan titipan pasti akan diminta pertanggungjawabannya. Maka, jadikanlah harta dan anak sebagai sarana menuju surga, bukan penghalang menuju ridha Allah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer