Kiprah Guru SD Muhammadiyah 1 Solo dalam Dakwah: Terima Syahadah Standarisasi Dai

Standardisasi dai itu penting, tujuannya untuk menyamakan persepsi dan pemikiran di kalangan dai mengenai substansi dan aksi dakwah yang menyejukkan, mendamaikan, mencerdaskan, dan mencerahkan

Daidwijatmiko.com – Wakil Kepala Sekolah Penggerak Berkemajuan bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Jatmiko menerima syahadah standarisasi dai (SSD) dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dokumen itu diteken Ketua MUI KH M Cholil Nafis LC PhD dan Ketua Komisi Dakwah KH Ahmad Zubaidi MA.

“Alhamdulillah, atas dukungan Kepala Sekolah Sri Sayekti, 4 Wakil Kepala Sekolah dan warga sekolah telah menerima syahadah standarisasi dai dari MUI yang digelar di Jakarta pada 2022,” terang Jatmiko.

Dia mengemukakan, program standarisasi dai itu merupakan respons positif terhadap sejumlah fakta yang memprihatinkan. Sekedar contoh, bacaan ayat dan hadistnya bermasalah, kontennya tidak sesuai ajaran Islam, aktivitas dakwahnya menyesatkan dan lainnya.

“Aktivitas dakwah via media massa dan media sosial, seperti Facebook, Whatsapp, Instagram dan Twitter, ditengarai kurang bernilai edukasi,” ujar guru PAI tersebeut.

Menurutnya, etika dakwah, termasuk dengan sarana digital, sering diabaikan. Komunikasi persuasif, santun dan edukatif, kurang diindahkan. Tak hanya itu, layanan dakwah diberikan berdasarkan tarif tertentu.

Bahkan, dakwah dipolitisasi untuk mendukung atau menjatuhkan calon tertentu yang berkontestasi dalam Pilpres dan Pilkada.

“Maka standarisasi dai sangat penting. Tujuannya, menyamakan persepsi dan pemikiran di kalangan dai tentang substansi dan aksi dakwah yang menyejukkan, mendamaikan, mencerdaskan dan mencerahkan,” ucapnya.

Koordinasi dan kolaborasi gerakan dakwah antara dai umat Islam dan Pemerintah di era industry 4.0 menuju masyarakat society 5.0, bermuara pada simbiosis mutualisme dalam mengembangkan wawasan kebangsaan sekaligus merupakan moderasi dalam beragama.

“Dakwah itu menebar rahmat, bukan mengumbar kebencian. Mari tergerak, bergerak dan menggerakkan. Cemerlangkan sejuta umat, cerdaskan bangsa menjadi yang terbaik dalam prestasi dunia akhirat,” pungkasnya.**

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer