Sholat Amal Ibadah yang Pertama Kali Dihisab

Allah Ta’ala berfirman dalam surat an-Nisa’ ayat 9,

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.s. An-Nisa’: 9)

Ayat di atas menginformasikan kepada kita semua sebagai orang tua waspada untuk meninggalkan generasi yang lemah; baik lemah secara fisik, intelektual, emosional, maupun lemah secara ekonomi.

Untuk postingan saat ini, kita belajar bersama tentang generasi yang lemah ibadah. Solusinya adalah menghadirkan pendidikan agama Isla(PAI) terutama dalam hal ibadah di dalam keluarga. Habituasi untuk melakukan ibadah sangat penting dilakukan sejak dini, agar tumbuh komitmen dalam diri generasi anak bangsa yang berkemajuan untuk senantiasa melaksanakan ibadah yang wajib maupun sunnah, seperti shalat lima waktu, puasa, membaca al-Qur’an. Saat ini, banyak sekali generasi yang meremehkan ibadah, terutama salat lima waktu. Padahal, ibadah shalat tidak memerlukan waktu yang lama untuk dilaksanakan.

Padahal, Sholat adalah amal yang pertama kali di hisab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi).

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer