Raih Ketenangan Jiwa dengan Shalat

Jiwa yang bersih itu disebut pula jiwa yang tenang (al-nafs al-muthmainnah). “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam posisi suka dan disukai. Maka bergabunglah dengan hamba-hamba –Ku dan masuklah ke dalam surga Ku”. (QA al-Fajr 27-30).
Siraman rohani penenang jiwa dalam Islam adalah proses membersihkan qalbu dan menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah SWT. Praktik ini meliputi zikir, doa, membaca Al-Qur'an, dan menerima takdir

daidwijatmiko.com – Di era yang serba cepat ini, banyak orang terlihat tersenyum, tetapi menyimpan kegelisahan dalam hati.

Kesibukan pekerjaan, tuntutan ekonomi, persoalan keluarga, hingga derasnya arus informasi sering kali membuat jiwa kehilangan ketenangan.

Padahal, ketenangan bukanlah soal banyaknya harta, tingginya jabatan, atau ramainya pujian manusia.

Ketenangan adalah anugerah Allah yang hadir dalam hati yang dekat kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Alladzina amanu wa tathma’innu qulubuhum bidzikrillah. Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub.”

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa dzikir bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi kebutuhan jiwa.

Ketika manusia menjadikan Allah sebagai tempat bergantung, maka badai kehidupan tidak akan mudah menggoyahkan hatinya.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta.

Beliau bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di tengah persaingan hidup yang semakin ketat, umat Islam perlu kembali membangun hubungan yang kuat dengan Allah melalui shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memperbanyak amal saleh. Jiwa yang dekat dengan Allah akan lebih mudah bersyukur saat mendapat nikmat dan lebih sabar ketika menghadapi ujian.

Siraman Rohani Islam RRI Surakarta dengan tema “Penenang Jiwa” mengajak masyarakat untuk menemukan kembali sumber ketenangan yang hakiki.

Sebab, dunia tidak akan pernah sepi dari masalah, tetapi hati yang dipenuhi iman akan selalu menemukan jalan menuju kedamaian.

Mari awali hari dengan mendekat kepada Allah. Karena ketika hati tenang, pikiran menjadi jernih, langkah menjadi ringan, dan hidup terasa lebih bermakna.

Di saat banyak orang mencari ketenangan ke berbagai tempat, Islam mengajarkan bahwa penenang jiwa terbaik sesungguhnya ada dalam sujud, dzikir, dan keyakinan kepada Allah SWT. Ketika Allah berada di hati, maka kegelisahan perlahan akan pergi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer