Ekstra Jurnalis Cilik: Adik Simba ketika Menulis Berita

Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube
Ekstra Jurnalis Cilik adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi seluk beluk dunia peliputan berita.

daidwijatmiko.com – Anak-anakku, apa kalian suka mem-posting kejadian apapun di media sosial? Kalau begitu, kamu bisa disebut jurnalis atau wartawan cilik. Sekarang teknologi makin canggih.

Apapun yang sedang terjadi di sekitar anak-anak, bisa langsung disebarkan ke orang lain dengan cara di-posting di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube.

Dalam hitungan detik anak-anakku, teman-teman kita atau bahkan orang lain, bisa melihatnya di media sosial.

Ada yang tahu siapa itu Citizen Journalism?

Pelaporan berita oleh masyarakat umum yang bukan jurnalis profesional, menggunakan alat seperti smartphone dan media sosial untuk mengumpulkan, melaporkan, dan menyebarkan informasi.

Apa itu Masyarakat?

Sekumpulan orang yang hidup bersama dalam suatu kelompok, terikat oleh suatu kebudayaan, norma, adat istiadat, dan sistem kehidupan yang sama, serta saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai kepentingan bersama.

Nah, kalau anak-anakku memang suka menulis, berarti kamu telah melakukan pekerjaan seorang jurnalis atau wartawan.

Perlu kamu ketahui, jurnalis adalah seseorang yang pekerjaannya melaporkan berita ke media massa, berupa televisi, radio, majalah, surat kabar, tabloid, dan internet.

Kita tahu bahwa sejak media sosial populer dalam beberapa tahun terakhir ini, berita pun bisa disebarkan melalui media sosial.

Jadi, sebenarnya orang-orang yang aktif di media sosial bisa disebut netizen, adalah jurnalis juga. Mereka disebut citizen journalism atau jurnalisme warga.

Lalu timbul pertanyaan, apa yang dibutuhkan untuk menjadi Jurnalis Cilik. Sebenarnya tak ada keahlian khusus yang dibutuhkan untuk menjadi seorang jurnalis.

Yang terpenting adalah kesukaan kamu terhadap dunia jurnalistik. Ditambah lagi dengan keinginan kamu untuk terus belajar.

Jadi, kalau kamu belum bisa menulis dengan baik dan benar, tenang saja. Ayo belajar menulis Bersama Mr Jatmiko dan Mas Shoqib praktisi jurnalis Pendidikan.

Menulis berita harus paham dan bisa menerapkan Adik Simba dalam naskah liputannya. Ini sangat penting karena berita kita akan bisa lebih lengkap informasinya.

Menulis berita itu harus mengikuti standar Adik Simba, akronim dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Misal dalam dunia Pendidikan, perlu  wawancara dengan nara sumber: bisa kepala sekolah, wali kelas, atau juga ketua kegiatan. Ini sangat penting.

Contoh liputan berita pendidikan.

 

Gibran Maheswara, Dalang Cilik dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Tampil di Bincang Sejiwa

Gibran Maheswara dalang cilik istimewa
Gibran Maheswara dalang cilik istimewa

 

SURAKARTA — SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah budaya yang aktif melestarikan seni tradisional. Salah satu siswanya, Gibran Maheswara Javas Setyawan, menjadi narasumber dalam acara Bincang Sejiwa Episode 90 bertajuk “Mengenal Dalang Cilik” yang disiarkan secara live streaming di kanal YouTube Yayasan Sejiwa pada Minggu sore (2/10/2022).

Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan dan karakter bangsa, di antaranya Dwi Jatmiko (Humas Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta), Diena Haryana (Pendiri Sejiwa), Doni Koesoema (Pendiri Character Education Consulting), serta dipandu oleh Afriyani Rahmawati dari Koordinator Kemitraan Sejiwa.
Bincang Sejiwa dikenal sebagai ajang online hangout bagi guru, orang tua, dan masyarakat peduli anak, dengan tagline “Menguatkan Karakter Luhur pada Anak.”

Tujuan kegiatan ini ialah mendorong terwujudnya keluarga bahagia, anak tangguh, mandiri, ceria, dan kreatif serta masyarakat yang saling mendukung dalam menumbuhkan karakter luhur.

Menurut Dwi Jatmiko, meski era digital semakin berkembang, namun semangat anak muda Indonesia untuk menjaga kebudayaan tetap tinggi. Salah satu buktinya adalah Gibran, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap dunia pewayangan.

“Gibran adalah dalang cilik asal Karanganyar yang sangat mencintai wayang. Ia membuktikan bahwa anak-anak zaman sekarang masih bisa mencintai budaya bangsa,” ungkap Jatmiko.

Gibran dikenal fasih memainkan berbagai karakter wayang dan telah menorehkan beragam prestasi membanggakan, antara lain:
🏆 Juara 1 Dalang Cilik Karanganyar 2018
🏆 Juara 1 Dalang Cilik Se-Solo Raya 2019
🏆 Juara 3 Nasional Hari Wayang Dunia ISI Surakarta
🏆 Juara 2 Festival Dalang Anak Provinsi Jawa Tengah 2022

Minat Gibran terhadap wayang sudah terlihat sejak kecil. Sejak usia balita, ia lebih menyukai wayang daripada mainan lain pada umumnya. Melihat hal ini, orang tuanya terus memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi pengembangan minat dan bakatnya di bidang seni pewayangan.

Jatmiko menegaskan bahwa wayang merupakan warisan budaya luhur bangsa yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. SD Muhammadiyah 1 Ketelan sendiri dikenal sebagai sekolah budaya dengan kegiatan ekstrakurikuler wayang serta memiliki dalang dewasa, Ki Agung Sudarwanto, sebagai pembimbing.

“Di bawah kepemimpinan Ibu Sri Sayekti sebagai Kepala Sekolah, SD Muhammadiyah 1 Surakarta terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk menumbuhkan minat dan bakatnya. Tujuannya agar anak merasa aman, nyaman, dan bahagia dalam belajar,” tambahnya.

Mari kita analisis 5W Plus 1H atau Adik Simba

 

Unsur Penjelasan
What (Apa) Partisipasi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dalam acara Bincang Sejiwa Episode 90 bertema “Mengenal Dalang Cilik” yang menampilkan Gibran Maheswara Javas Setyawan.
Who (Siapa) Gibran Maheswara Javas Setyawan (dalang cilik, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta); Dwi Jatmiko (Humas sekolah), Diena Haryana, Doni Koesoema, dan Afriyani Rahmawati.
When (Kapan) Minggu sore, 2 Oktober (tahun tidak disebut, kemungkinan 2022).
Where (Di mana) Disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Yayasan Sejiwa.
Why (Mengapa) Untuk memperkenalkan sosok dalang cilik dan menumbuhkan semangat pelestarian budaya wayang di kalangan generasi muda.
How (Bagaimana) Melalui kegiatan online hangout Bincang Sejiwa yang menghadirkan narasumber dan tokoh pendidikan, serta dukungan sekolah dan keluarga dalam pengembangan bakat Gibran.

Tahapan wawancara

  1. Ajak anak-anak untuk mengamati atau mengingat-ingat apakah di sekitar mereka terdapat teman sekelas yang berprestasi.
  2. Jika terdapat teman berprestasi, minta amati ada prestasi apa saja yang ada di kelas baik Fase A, B dan C.
  3. Berikan pertanyaan pemantik yang mampu mendorong anak untuk berpikir kritis.

Instrumen Wawancara

Hari, Tanggal :

Waktu/Pukul :

Tempat :

Pewawancara :

Sebelum praktik wawancara anak-anakku memperkenalkan diri minimal mengenalkan diri, mulai dari nama, asal sekolah, dan maksud tujuan wawancara:

Skenarionya,

  1. Siapa nama Bapak/Ibu?
  2. Dari mana asal Bapak/Ibu?
  3. Apa saja yang Bapak/Ibu raih dalam prestasi di sekolah ini?
  4. Sejak kapan atau sudah lama Bapak/Ibu berprestasi di sini?
  5. Mengapa Bapak/ibu berprestasi dibidang ini?
  6. Kenapa memilih latihan kejuaraan di sini?
  7. Berapa banyak saingan atau kompetitor dalam perlombaan ini?
  8. Berapa biaya dalam pelatihan perlombaan ini?
  9. Apakah ada catatan prestasi sebelum prestasi ini dalam kurun waktu 3 bulan, bila ada boleh diinfokan?
  10. Faktor apa saja yang mempengaruhi kejuaraan dalam prestasi ini?
  11. Kira-kira bagaimana agar selalu juara dalam setiap pertandingan dan apa harapannya setelah juara?

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer