daidwijatmiko.com – Pembelajaran huruf hijaiyah kembali menjadi fokus utama dalam pendidikan keagamaan di tingkat dasar.
Hal ini tampak dalam salah satu peta konsep pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memuat langkah sistematis pengenalan huruf hijaiyah, sebagaimana tertuang dalam buku ajar yang digunakan di sekolah.
Melalui peta konsep berjudul Mengenal Huruf Hijaiyah, siswa diajak untuk memahami 28 huruf hijaiyah secara bertahap mulai dari huruf alif (ا) hingga ya (ي).
Pendekatan bertahap ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaan bentuk dan pengucapan, dari kelompok pertama berisi huruf “ا ب ن” hingga kelompok terakhir “هـ ل م ك”.
“Target pembelajaran dalam bab ini adalah agar siswa mampu mengenal, menghafal, dan membaca huruf hijaiyah dengan baik dan benar,” ujar Dwi Jatmiko guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah di Solo.
Tak hanya mengenali bentuk huruf satu per satu, siswa juga dilatih membaca huruf hijaiyah dalam posisi berbeda, baik di depan, di tengah, maupun di belakang kata.
Hal ini bertujuan agar siswa lebih siap untuk membaca rangkaian kata dalam Al-Qur’an secara lancar.
Proses pembelajaran dilakukan dengan metode yang interaktif seperti menyanyi huruf hijaiyah, permainan kartu huruf, hingga latihan menulis dan membaca dalam berbagai posisi huruf.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar secara teori namun juga praktik langsung.
Pembelajaran huruf hijaiyah menjadi fondasi penting bagi siswa Muslim untuk melanjutkan ke tahap membaca Al-Qur’an, memahami makna ayat, serta melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk.
Upaya penguatan dasar-dasar agama ini diharapkan terus berjalan secara konsisten di berbagai jenjang pendidikan dasar.