daidwijatmiko.com – Program Siraman Rohani Islam Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta kembali menyapa pendengar setia dengan pencerahan keagamaan. Pada Senin (22/9/2025) pukul 05.15 WIB,
RRI Pro 1 Surakarta menghadirkan Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, dengan tema “Khusyuk dan Tadabur.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dwi menekankan bahwa khusyuk dalam ibadah dan tadabur terhadap ayat-ayat Allah adalah solusi hidup di tengah gelombang kegelisahan yang melanda masyarakat.
Menurutnya, kehidupan modern sering membawa manusia pada tekanan batin, namun hati yang tenang akan lahir dari ibadah yang khusyuk dan pikiran yang senantiasa merenungi makna Al-Qur’an.
“Khusyuk bukan sekadar fokus dalam shalat, melainkan menghadirkan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Sedangkan tadabur adalah merenungi kandungan Al-Qur’an hingga benar-benar membekas dan membimbing langkah kita,” ungkapnya.
Ia mengutip firman Allah dalam QS. Shad ayat 29: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah supaya mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang berakal.”
Ayat ini menegaskan pentingnya tadabur sebagai jalan meraih petunjuk.
Ustadz Dwi menambahkan, tanpa khusyuk, ibadah hanya akan menjadi rutinitas kosong.
Begitu pula jika membaca Al-Qur’an tanpa tadabur, maka pesan suci tidak akan mampu mengubah perilaku.
“Dengan khusyuk dan tadabur, kita bisa menghadapi persoalan hidup dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih,” jelasnya.
RRI Surakarta melalui program Siraman Rohani Islam berkomitmen menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan untuk memberi inspirasi hidup Islami.
Selain melalui frekuensi 101 FM, siaran juga dapat diakses lewat RRI Digital agar bisa menjangkau masyarakat lebih luas.
Dengan tema “Khusyuk dan Tadabur,” umat diingatkan bahwa solusi hidup sejati bukan hanya materi, melainkan kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah yang penuh kesungguhan dan perenungan mendalam terhadap firman-Nya.