Enam Syarat Jalan Menuju Cahaya Hidup

Menuntut ilmu merupakan kewajiban. Kewajiban itu tertuju bagi perempuan dan laki-laki. Bahkan, Islam menganjurkan untuk belajar sejak dari buaian hingga ke liang lahat.
Ada enam syarat menuntut ilmu menurut Ali bin Abi Thalib, yaitu: kecerdasan (dzaka), semangat (hirsun), kesabaran (ishthibar), biaya (bulghah), bimbingan guru (irsyad), dan waktu yang lama (thul zaman).

daidwijatmiko.com – Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana sabda Nabi SAW:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”
(HR. Ibnu Majah)

Namun, dalam menuntut ilmu tidak cukup hanya hadir di majelis atau membuka buku.

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar ilmu yang diperoleh benar-benar membawa keberkahan dan manfaat, baik dunia maupun akhirat.

Berikut adalah enam syarat menuntut ilmu yang disebutkan oleh Imam al-Zarnuji dalam kitab Ta’līm al-Muta‘allim:

1. Kecerdasan (ذَكَاءٌ)
Ilmu tidak dapat diperoleh tanpa kecerdasan, baik kecerdasan akal maupun kecerdasan hati. Namun kecerdasan ini bisa diasah dengan niat yang benar dan latihan terus-menerus.

وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ
“Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu.”
(QS. Al-Baqarah: 282)

Takwa menajamkan akal dan membuka jalan ilmu.

2. Kesungguhan (حِرْصٌ)
Menuntut ilmu butuh kesungguhan, tidak cukup sambil lalu. Kesungguhan mencakup kesiapan waktu, tenaga, dan pengorbanan.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh karena Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 69)

3. Sabar (صَبْرٌ)
Ilmu tidak bisa diperoleh dalam satu malam. Perlu kesabaran menghadapi kesulitan, waktu yang panjang, dan tantangan yang datang.

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Bersabarlah, dan kesabaranmu itu tidak lain kecuali dengan pertolongan Allah.”
(QS. An-Nahl: 127)

Nabi Muhammad SAW bersabda:

وَإِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ
“Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar.”
(HR. Bukhari secara mu‘allaq)

4. Biaya (بُلْغَةٌ)
Untuk menuntut ilmu, perlu biaya. Bisa berupa buku, transportasi, atau bahkan waktu yang disisihkan dari pekerjaan dunia.

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.”
(QS. At-Taghābun: 16)

Jika tidak mampu secara materi, tetap bisa menuntut ilmu dengan usaha yang maksimal.

5. Bimbingan Guru (إِرْشَادُ أُسْتَاذٍ)
Ilmu tidak bisa dicari sendiri sepenuhnya. Harus ada guru yang membimbing, agar tidak salah paham dan bisa meneladani akhlaknya.

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl: 43)

6. Waktu yang Lama (طُولُ زَمَانٍ)
Menuntut ilmu butuh proses panjang, tidak instan. Ilmu yang mendalam diperoleh seiring waktu yang cukup dan ketekunan.

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
“Manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”
(QS. An-Nisā’: 28)

Maka, waktu panjang adalah karunia untuk terus belajar dan berkembang.

Penutup
Menuntut ilmu bukan hanya untuk gelar, tetapi untuk mendapatkan petunjuk hidup.

Syarat-syarat di atas bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menjaga agar ilmu yang kita tuntut benar-benar bermanfaat dan menjadi cahaya di dunia dan akhirat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer