Banyak amalan yang disunnahkan, diantaranya adalah:
1. Puasa, terutama puasa Arafah.
Dari Hafshah ra, bahwa dia berkata : “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Puasa Asyura’, puasa di sepuluh hari Bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR Ahmad).
Tentang keutamaan puasa Arafah ini, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang puasa Arafah. Beliau bersabda: “Menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang”.
Rasulullah berkata: “Siapa anda?”. Dia berkata: “Apakah engkau tidak mengenal aku. Aku adalah seseorang dari Bahilah yang datang kepadamu pada tahun pertama”. Rasulullah berkata: “Aduhai ada apa denganmu. Dulu kamu datang dalam keadaan bertubuh bagus dan bepenampilan bagus”. Dia berkat: “Sejak berpisah denganmu aku senantiasa berpuasa dan tidak makan kecuali di malam hari”.
2. Mengucap takbir (Allahu akbar)
Takbir ini disunnahkan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar. Dia bertakbir dan orang banyak mengikutinya. Maksudnya mereka berdua mengingatkan orang banyak di pasar itu untuk bertakbir. Dan para manusia kemudian bertakbir karena mengingat tentang anjuran untuk bertakbir pada hari itu. Takbir ini dimulai ketika bulan Dzulhijjah itu masuk dan berakhir pada hari Tasyriq terakhir.
3. Berdzikir kepada Allah.
Dzikir ini meliputi takbir itu sendiri, tahmid, tasbih dan lain-lain, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat Al Hajj ayat 28 yang berbunyi:
“Dan mereka berdzikir kepada Allah pada hari-hari yang diketahui itu atas rizki yang telah diberikan kepada mereka”. Termasuk diantara dzikir itu adalah ucapan basmalah ketika menyembelih hewan kurban pada idul adha itu.
4. Shalat Hari Raya idul Adha
Dalam Surat Al Kautsar Allah SWT berfirman : “Shalatlah karena Tuhan-Mu dan sembelihlah”.
Keutamaan shalat ini menjadi lebih istimewa karena pada hari ini hari dimana Allah menyempurnakan agama ini dan menjadikannya sebagai agama yang diridhai.
5. Menyembelih kurban
Sebagai bukti ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya. Surat Al Hajj ayat 37 yang menyebutkan: “Yang sampai kepada itu tidak dagingnya dan darahnya, tetapi yang sampai kepadanya adalah ketakwaan dari kalian”.
Oleh karena itu qurban adalah Sunnah yang bersifat tahunan, bagi yang mampu melaksanakannya. Dan bagi yang memiliki harta sedangkan dia tidak mau berkurban, maka hukumnya adalah makruh lagi tidak disuka. Bahkan Rasulullah pernah mengancam agar orang ini tidak mendekati musholla tempatnya melaksanakan shalat id itu.
6. Dzikir dan do’a pada hari tasyriq
Pada hari kesebelas, kedua belas dan ketiga belas dari Bulan Dzulhijjah seperti firman Allah pada Surat Al-Hajj ayat 18, tentu saja selain ibadah puasa pada hari-hari ini. Karena kaum muslimin telah ijma’ (sepakat) bahwa puasa pada hari ini dilarang dan diharamkan. Tetapi semua ibadah yang lainnya, termasuk menjalin silaturahmi dengan sanak saudara, dengan teman dan lainnya, memperbanyak sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan, membiasakan diri untuk senantiasa membaca basmalah ketika makan minum dan semua jenis dzikir yang lainnya. Rasulullah bersabda : “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan hari-hari berdzikir kepada Allah”. (HR Muslim).
أعلنت المملكة العربية السعودية، ثبوت رؤية الهلال مساء اليوم، وأوضحت أن يوم الأربعاء 4 يونيو سيكون يوم التروية،
يليه الخميس 5 يونيو يوم الوقوف بعرفة،
ليكون الجمعة 6 يونيو أول أيام عيد الأضحى.
كما أعلنت إندونيسيا رسميا غدا الأربعاء 28 مايو 2025م غرة شهر ذي الحجة، وعيد الأضحى يوم الجمعة 06 يونيو.
وأعلنت ماليزيا رسميا الأربعاء 28 مايو 2025م هو المتمم لشهر ذي القعدة بسبب عدم رؤية الهلال، والخميس 29 مايو غرة شهر ذي الحجة، وعيد الأضحى يوم
السبت 07 يونيو.
Filosofi Kehidupan dari Hewan dalam Al-Qur’an:
Disiplin dan Kerja Keras:
Semut, lebah, dan laba-laba, sebagai contoh hewan yang bekerja keras dan disiplin dalam menjalankan tugas mereka. Ini memberikan pelajaran tentang pentingnya kerja keras dan disiplin dalam kehidupan manusia.
Kehidupan Kelompok dan Kebersamaan:
Semut yang hidup dalam koloni, memberikan pelajaran tentang pentingnya kebersamaan dan kerjasama dalam kelompok.
Perlindungan dan Kesetiaan:
Anjing dalam kisah Ashabul Kahfi, menjadi simbol perlindungan dan kesetiaan terhadap teman.
Pengorbanan:
Sapi dalam kisah Bani Israil, sebagai contoh pengorbanan untuk keadilan.
Kekuatan Allah:
Gajah dalam Surah Al-Fil, sebagai contoh kekuatan Allah yang melampaui kekuatan manusia.
Pemanfaatan Sumber Daya:
Kuda, bagal, dan keledai sebagai contoh hewan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, memberikan pelajaran tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya dengan baik.
Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan tentang nama-nama hewan, tetapi juga memberikan pelajaran dan filosofi kehidupan yang bisa diambil dari mereka. Dengan mempelajari kisah dan contoh-contoh hewan dalam Al-Qur’an, diharapkan manusia dapat lebih memahami keagungan Allah dan mengambil pelajaran berharga dalam kehidupan mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
حَتّٰۤى اِذَاۤ اَتَوْا عَلٰى وَا دِ النَّمْلِ ۙ قَا لَتْ نَمْلَةٌ يّٰۤاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْ ۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗ ۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 18)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَتَبَسَّمَ ضَا حِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَا لَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ
“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 19)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ وْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَا لِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَ
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 68)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَا سْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۗ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَا بٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَا نُهٗ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّا سِ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 69)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ ۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًا ۗ وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 41)
Berikut adalah filosofi kehidupan semut, lebah, dan laba-laba:
Semut
Kerja sama dan gotong royong: Semut dikenal sebagai hewan yang sangat sosial dan bekerja sama dalam mencari makanan dan membangun sarangnya. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam mencapai tujuan bersama.
Ketekunan dan kesabaran: Semut juga dikenal sebagai hewan yang sangat tekun dan sabar dalam mencari makanan dan membangun sarangnya. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam mencapai tujuan.
Lebah
Produktivitas dan kreativitas: Lebah dikenal sebagai hewan yang sangat produktif dan kreatif dalam membuat madu dan sarangnya. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya produktivitas dan kreativitas dalam mencapai tujuan.
Kerja sama dan komunikasi: Lebah juga dikenal sebagai hewan yang sangat sosial dan bekerja sama dalam membuat madu dan sarangnya. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam mencapai tujuan bersama.
Laba-laba
Ketabahan dan kesabaran: Laba-laba dikenal sebagai hewan yang sangat tabah dan sabar dalam menunggu mangsa dan membangun jaringnya. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya ketabahan dan kesabaran dalam mencapai tujuan.
Kreativitas dan adaptasi: Laba-laba juga dikenal sebagai hewan yang sangat kreatif dan adaptif dalam membangun jaringnya dan menangkap mangsa. Filosofi ini dapat diterapkan dalam kehidupan manusia dengan pentingnya kreativitas dan adaptasi dalam menghadapi tantangan dan perubahan.
Dengan mempelajari filosofi kehidupan semut, lebah, dan laba-laba, kita dapat memperoleh inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup kita dan mencapai tujuan kita.