Agar Allah Mencintai Saudara

Cintamu kepada Allah dan cinta Allah kepadamu bukan sembarang cinta. Jalinan cintamu dengan cinta Allah adalah jalinan cinta yang kokoh dan kuat, dan jalinan cinta yang tidak terbatas oleh waktu, jalinan cinta yang tidak pernah hilang ditelan masa, dan jalinan cinta yang tidak pernah berakhir, karena berakhirnya usiamu
Salah satu hikmah nisab dan haul adalah menumbuhkan rasa syukur atas harta yang dimiliki

daidwijatmiko.com – Cinta yang Mengundang Cinta Allah

عن أَبي إدريس الخولاني رحمه الله، قَالَ: دخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَإذَا فَتَىً بَرَّاق الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعَهُ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيْءٍ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْه، وَصَدَرُوا عَنْ رَأيِهِ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ، فَقيلَ: هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَل- رضي الله عنه. فَلَمَّا كَانَ مِنَ الغَدِ، هَجَّرْتُ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بالتَّهْجِيرِ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي، فانْتَظَرتُهُ حَتَّى قَضَى صَلاتَهُ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وَجْهِهِ، فَسَلَّمْتُ عَلَيهِ، ثُمَّ قُلْتُ: وَاللهِ إنّي لأَحِبُّكَ لِله، فَقَالَ: آلله؟ فَقُلْتُ: اللهِ، فَقَالَ: آللهِ؟ فَقُلْتُ: اللهِ، فَأخَذَنِي بِحَبْوَةِ رِدَائِي، فجبذني إِلَيْهِ، فَقَالَ: أبْشِرْ! فإنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم، يقول: ((قَالَ الله تَعَالَى: وَجَبَتْ مَحَبَّتي لِلْمُتَحابين فيَّ، وَالمُتَجَالِسينَ فيَّ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ، وَالمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ)). حديث صحيح رواه
مالك في الموطأ بإسناده الصحيح.

Dari Abu Idris Al-Khaulani rahimahullah, ia berkata:
“Aku masuk ke Masjid Damaskus. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang giginya putih berkilau, dan orang-orang berkumpul di sekelilingnya. Jika mereka berselisih dalam suatu perkara, mereka mengembalikannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya.
Aku pun bertanya tentang dia, lalu dikatakan: ‘Ini adalah Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu.’
Keesokan harinya aku datang lebih awal (ke masjid), ternyata dia sudah datang lebih dahulu dariku dan sedang shalat. Aku menunggunya sampai selesai shalatnya, kemudian aku mendatanginya dari arah depan, aku mengucapkan salam, lalu aku berkata:
‘Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’
Ia berkata: ‘Karena Allah?’
Aku menjawab: ‘Karena Allah.’
Ia mengulang: ‘Karena Allah?’
Aku menjawab: ‘Karena Allah.’
Lalu ia memegang selendangku dan menarikku mendekat kepadanya, kemudian berkata:
‘Bergembiralah! Sesungguhnya aku mendengar Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam bersabda:
Allah Ta’ala berfirman: “Wajib (pasti) cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, saling duduk bersama karena-Ku, saling berkunjung karena-Ku, dan saling memberi karena-Ku.”’
(Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Keutamaan mencintai karena Allah. Cinta yang didasari iman bukan kepentingan dunia mendapatkan cinta Allah langsung. Ini derajat yang sangat tinggi.
2- Empat amalan yang mendatangkan cinta Allah
Dalam hadits disebutkan:
Saling mencintai karena Allah
Saling duduk (bermajelis) karena Allah
Saling berkunjung karena Allah
Saling memberi karena Allah
Ini menunjukkan Islam mendorong hubungan sosial yang dibangun atas iman.
3- Boleh mengungkapkan cinta karena Allah
Mengatakan “Aku mencintaimu karena Allah” adalah sunnah, dan bahkan dianjurkan untuk mempererat ukhuwah.
4- Adab kepada orang yang sedang beribadah. Abu Idris tidak langsung mengganggu, tapi menunggu sampai selesai shalat. Ini adab penting: tidak mengganggu orang yang sedang taat kepada Allah.
5- Adab mendatangi seseorang
Disebutkan: datang dari arah depan, bukan dari belakang. Ini termasuk etika sopan santun dalam Islam.
6- Keutamaan ilmu dan ulama.
Mu’adz bin Jabal dikenal sebagai orang yang menjadi rujukan ketika terjadi perselisihan. Ini menunjukkan:
Keutamaan ilmu
Kedudukan orang alim di masyarakat.
7- Kesungguhan sahabat dalam memastikan niat.
Mu’adz mengulang pertanyaan “Karena Allah?” untuk memastikan bahwa cinta itu benar-benar ikhlas.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur’an:

1- Cinta karena Allah adalah bagian dari iman. Orang beriman mencintai karena Allah, termasuk mencintai sesama mukmin karena-Nya.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ

“Dan di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cintanya kepada Allah.”QS. Al-Baqarah : 165

2- Persaudaraan karena iman.
Cinta karena Allah melahirkan ukhuwah (persaudaraan sejati).

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”QS. Al-Hujurat : 10

3- Saling mencintai dan menyayang
Hubungan cinta kepada Allah berbuah cinta antar sesama karena Allah.
يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ

“Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.”QS. Al-Ma’idah : 54

4- Saling menolong dalam kebaikan. Termasuk bentuk cinta karena Allah adalah saling membantu dalam kebaikan.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.”QS. Al-Ma’idah : 2

5- Orang yang dicintai Allah.Hubungan ini dibangun atas dasar iman inti dari cinta karena Allah.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

“Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain.”QS. At-Tawbah : 71

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer