Syiar Pelatihan Jurnalistik Dasar

Ilmu jurnalistik sangat penting untuk dakwah karena menyediakan alat dan teknik untuk menyebarkan pesan dakwah secara efektif dan luas. Dengan memahami prinsip-prinsip jurnalistik, para pendakwah dapat mengkomunikasikan ajaran Islam dengan lebih jelas, persuasif, dan menarik kepada audiens yang lebih luas.

Wahyu pertama yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw. merupakan surah al-Alaq, yang dimulai dengan perintah untuk membaca, kemudian pernyataan bahwa manusia dapat mempelajari ilmu-ilmu Tuhan melalui perantaraan Qalam, signifikansi qalam ada pada fungsinya sebagai media, sedangkan media hanyalah menghantarkan ilmu.

Goresan qalam adalah penghantar sebagai tulisan yang memberikan informasi kepada umat manusia tentang bagaimana menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar sesuai dengan petunjuk-Nya. Oleh karena itu, kegiatan tulis-menulis yang sekarang ini disebut sebagai salah satu kegiatan jurnalistik sangat erat kaitannya dengan penyampaian risalah dalam al-Qur’an.

Di tengah-tengah persaingan global, khususnya dalam kompetisi bidang jurnalistik, rubrik agama Islam di media cetak, ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi muballigh memiliki kesempatan menyalurkan dakwahnya, di sisi lain lain pengelola media mengharapkan keuntungan dari kegiatan jurnalistiknya tersebut.

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi pelaksanaan dakwah, khususnya dalam kegiatan jurnalistik yang Islami. Dengan demikian, dalam pembahasan selanjutnya akan diuraikan tentang Dakwah dan Jurnalistik Islam sebagai salah satu sarana (media) pengembangan syiar Islam demi tegaknya agama Allah yaitu Agama Islam.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berita Populer