daidwijatmiko.com – Hikmah halal bihalal adalah bisa mudik lebaran, bisa berbakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturahmi. Dimana Ketika menyambung tali silaturahmi akan memperpanjang umur dan melancarkan rezeki.
Hal ini disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat Dwi Jatmiko dalam acara Halal Bihalal di Gedung Pertemuan Indra Indah Dusun Jetak Bolon Colomadu RW 13 Karanganyar, Selasa (15/04/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Ketua RW Ir Agus Sutrisno MSi, ikrar halal bihalal dipimpin oleh Hajah Asih Lestari dan Ibu Sularno istri ketua RW terbaru serta ibu-ibu anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga).
“Kadang tak mengerti kondisi orang tua yang sudah renta. Tidak ada alasan untuk tidak menemuinya, setahun sekali berjumpa muka sebuah kewajiban memeluk kasih sayangnya. Untung saja orang tua kita pemurah dan pemaaf mengerti keadaan anak-anaknya,” ucap Jatmiko, sambil tersenyum.
Hikmah halal bihalal dalam pandangan agama Islam dapat mempererat persaudaraan antar sesama muslim, sebab setiap halal bihalal kita akan bertemu dengan sesama muslim, saling memaafkan dan saling mendoakan.
“Sehingga halal bihalal dapat mudik lebaran yang muaranya membuat hubungan dengan orang lain semakin dekat. Terkhusus kepada orang tua, mertua yang senantiasa mendoakan anak-anaknya. Mudik tidak hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati. Mudik menjadi momentum kebersamaan dan mempererat silaturahmi,” bebernya.
Selain itu, orang tua dan mertua yang dikunjungi anaknya sewaktu lebaran akan memunculkan hormon endorfin atau hormon bahagia yang baik untuk Kesehatan. “Dimana salah satunya bermanfaat untuk mencegah hipertensi, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kepikunan, mencegah depresi dan membuat orang tua semangat untuk menjalani hidup,” paparnya.
Sebagaimana dalam yang disebutkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah Saw memerintahkan agar berbakti kepada ibu sebanyak 3 kali lebih utama daripada ayah.
AlQuran menjelaskan bahwa ibu mengalami kepayahan luar biasa yang dialami dalam masa mengandung 9 bulan lebih 10 hari, melahirkan, sampai menyapih anak. “Itulah mengapa Allah Swt memerintahkan untuk menghormati ibu dan berbakti kepadanya apalagi ketika sudah berusia senja,” pungkasnya.