Halal Bihalal Keluarga Besar Bani Kasan Munari Eratkan Silaturahmi di Semarang. Halalbihalal jadi salah satu tradisi yang melekat di momen Idul Fitri. Prosesi ini bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran.
Lebih dari itu, momen ini menjadi momentum strategis untuk membuka pintu-pintu sukses, baik secara spiritual maupun sosial.
Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat Dwi Jatmiko menyebut, salat dan saling memaafkan adalah fondasi kuat meraih keberkahan hidup.
“Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alal-falah, marilah kita dirikan salat, marilah kita rebut kemenangan. Kalimat ini seruan meraih kemenangan di dunia dan akhirat. Halal bihalal pintu saling mengunjungi, bermaaf-maafan, dan berbagi,” terangnya.
Dia menegaskan salat yang diperbaiki akan membuka kemudahan hidup, sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 153. Bahwa pertolongan Allah datang melalui sabar dan salat. Lalu, apa hubungannya dengan Halalbihalal?
“Halalbihalal sarana pintu tali silaturahmi. Tujuannya adalah untuk menghapuskan setiap dosa yang diperbuat, utamanya hubungan dengan sesama manusia. Anjuran untuk saling memberikan nasihat dalam kebaikan kepada sesama manusia,” jelasnya.
Dia menambahkan, silaturahmi yang dilandasi niat menuntut ilmu dan memperkuat persaudaraan adalah bagian dari jihad fi sabilillah. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi. Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya nasihat dalam menjaga ukhuwah.
“Maka, inti halalbihalal adalah saling menghalalkan dan memberi maaf, berharap pada ampunan Allah dan Allah Ridha seperti takut dengan ancaman-Nya. Seperti dalam salat, ikhlas dan sabar,” bebernya.