daidwijatmiko.com – Keutamaan Orang Yang Berilmu
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَآءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤئِمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Artinya: “Apakah (kamu wahai orang musyrik lebih beruntung) orang yang beribadah di waktu malam dalam keadaan bersujud dan berdiri karena takut (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar: 9)
Poin-Poin Penting Kandungan Ayat:
Keutamaan Orang Berilmu: Allah menegaskan bahwa orang yang mengetahui kebenaran tidaklah sama dengan mereka yang tidak tahu.
Karakteristik Hamba Sejati: Mereka yang berilmu digambarkan sebagai orang yang beribadah di waktu malam (sujud dan berdiri), takut pada azab akhirat, dan mengharap rahmat Allah.
Pentingnya Ulul Albab: Ayat ini ditutup dengan pernyataan bahwa hanya orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran jernih yang mampu mengambil pelajaran (hikmah) dari kehidupan dan ajaran agama.
Sindiran terhadap Kelalaian: Ayat ini membandingkan ketaatan dengan kelalaian, di mana golongan yang tidak berilmu cenderung hanya mengingat Allah saat dalam kesulitan.
Secara ringkas, ayat ini memotivasi untuk menuntut ilmu agar dapat meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan
Belajarlah ilmu, sesungguhnya mempelajari ilmu adalah suatu kebaikan, mencari ilmu adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, membahas suatu ilmu adalah jihad, bersungguh-sungguh terhadao ilmu adalah pengorbanan, mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak memiliki pengatahuan adalah sedekah”